Mentan Serahkan Bantuan 10 Unit Alsintan

KBRN, Jakarta : Sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Alsintan Sebanyak 10 unit tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Mentan SYL mengungkapkan saat ini, sektor pertanian menjadi harapan, tulang punggung di tengah upaya Pemerintah dalam menanggulangi Covid-19.  

“Tanggung jawab menyediakan pangan bagi 275 juta penduduk Indonesia merupakan spirit bagi keluarga besar Kementerian Pertanian dan semua pelaku pembangunan pertanian,” ujar Mentan SYL, Rabu (28/10).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, apabila alsintan bisa dikelola dengan baik akan memberi penghasilan tambahan bagi Poktan atau Gapoktan. Poktan atau Gapoktan bisa membentuk UPJA, koperasi dan kelompok usaha bersama (KUB) untuk mengembangkan alsintan bantuan pemerintah.

"Ada salah satu UPJA yang mengelola alsintan kurun dua bulan bisa mendapatkan hasil dari sewa alsintan ke petani hingga Rp 46 juta," ujar Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, bantuan alsintan ke petani harus bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Sebab, petani yang menggunakan alsintan usaha taninya lebih efektif dan efisien.

"Kalau dulu petani membajak sawah dengan alat tradisional butuh waktu 5-6 hari per hektare. Dengan memanfaatkan traktor, petani hanya butuh waktu 3 jam per ha. Sehingga, penggunaan alsintan 40 persen lebih efisien," tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman, Yurisman Yakub mengungkapkan, ada tiga sumber dana Alsintan yang diserahkan oleh menteri kepada petani tadi di wilayahnya. 

"saat ini dari 1.300 kelompok tadi di Padang Pariaman baru sekitar 1.000 yang sudah memiliki alat mesin pertanian sedangkan sisanya masih menggunakan cara tradisional."tambahnya

Diketahui Kementan memberikan bantuan senilai Rp 39,4 miliar untuk pertanian di Sumbar yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebesar Rp 18,2 miliar, serta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Rp 12,8 miliar. Selanjutnya melalui Direktorat Jenderal Perkebunan Rp 4,3 miliar serta Direktorat Jenderal Hortikultura Rp 3,9 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00