PSBB di Jakarta Kembali Diperketat, BPJAMSOSTEK Optimalkan 'LAPAK ASIK'

Kami pastikan BPJAMSOSTEK tetap memberikan layanan kepada peserta, tentunya dengan protokol kesehatan yang lebih ketat

KBRN, Jakarta: Menigkatnya jumlah kasus positif Covid-19 dalam sebulan terakhir ini, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Seiring dengan kondisi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyatakan dukungannya dengan memberikan pelayanan disertai protokol kesehatan yang lebih ketat serta mengoptimalkan Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK) yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu. 

“Kami pastikan BPJAMSOSTEK tetap memberikan layanan kepada peserta, tentunya dengan protokol kesehatan yang lebih ketat. Kami juga menghimbau kepada peserta untuk melakukan klaim dari rumah mengunakan prosedur LAPAK ASIK online karena lebih mudah dan dapat dilakukan di rumah tanpa harus datang ke kantor cabang BPJAMSOSTEK, sehingga terhindar dari risiko terpapar Covid-19,” ujar Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Krishna Syarif secara tertulis. Rabu (16/09/2020)

Sedangkan bagi tenaga kerja yang mengalami PHK massal yang ingin mengajukan klaim secara berkelompok, ujar Krishna, dapat dikoordinasikan oleh HRD perusahaan untuk memanfaatkan fasilitas layanan klaim JHT secara kolektif. 

"Pekerja hanya menyerahkan seluruh dokumen pendukung klaim JHT kepada HRD untuk diproses lebih lanjut", terangnya.

Krishna mengungkapkan, hingga 31 Agustus 2020, jumlah pengajuan klaim JHT telah mencapai angka 1,69 juta kasus dengan nominal mencapai Rp21,1 triliun. Dari ketiga kanal LAPAK ASIK yang disediakan, kanal online sarana paling banyak digunakan oleh peserta sebesar 83% dari total pengajuan yang dilakukan. 17% sisanya menggunakan kanal offline dan kolektif.

Selanjutnya : PSBB di Jakarta Kembali Diperketat,  BPJAMSOSTEK Optimalkan 'LAPAK ASIK'

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00