Pelaku Usaha Warteg Terancam Gulung Tikar Dampak PSBB Total di Jakarta

Suasana salah satu Warteg di Depok

KBRN, Jakarta : Komunitas Warung Tegal Nusantara (Kowantara) merupakan salah satu kelompok UMKM kuliner terdampak atas kebijakan penerapan kembali PSBB total di Jakarta. 

Tak tanggung-tanggung, penurunan omset hingga 50 persen terjadi di hari pertama penerapan PSBB total di Jakarta pada Senin 14 September 2020. Kondisi ini membuat Warto dan pelaku usaha Warung Tegal (Warteg) lainnya di Jakarta harus mengencangkan ikat pinggang.

"Waduh sangat-sangat berdampak sekali ya penurunan dari segi penghasilan akibat diberlakukannya kembali PSBB total di Jakarta. Omset langsung turun 50 persen. Biasanya ada yang makan di tempat, sekarang kami cuman melayani pelanggan yang beli bungkus," tutur Warto di Jakarta, kepada RRI, Senin (14/9/2020).

Dampaknya, lanjut Warto, untuk menekan kerugian, pihaknya mulai membuat strategi penyesuaian berupa pengurangan produksi dagangan hingga mengurangi jumlah karyawan.

"Ya paling itu yang bisa kami lakukan karena pembeli menurun. Kami harus mengurangi dagangan dan pengurangan karyawan. Banyak yang dipulangkan karena kami terus terang aja tidak sanggup bayar upahnya," ujarnya.

Ketua Kowantara ini, berharap kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar memikirkan stimulan untuk para pelaku UMKM terdampak dari kebijakan ini. Sebab dari penerapan PSBB pertama Maret-Mei 2020 lalu saja, sambung Warto sudah banyak Warteg yang gulung tikar.

"Kalau Pemprov DKI Jakarta tidak mengintervensi, saya khawatir akan ada lebih banyak lagi Warteg yang akan gulung tikar, di PSBB total kedua ini," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00