Sinkronisasi Data Badan Usaha Bersama PTSP Wilayah Jakarta Selatan

KBRN, Jakarta: Efek dari pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap stabilitas perekonomian di Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebutkan 96,5% perusahaan di Indonesia terkena dampak dari wabah Covid-19, mulai dari perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan hingga perusahaan yang berhenti beroperasi. Kondisi perusahaan yang tidak stabil menyebabkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan.

Menyikapi kondisi  tersebut BPJS Kesehatan cabang Jakarta Selatan mengadakan pertemuan dengan PTSP tingkat kecamatan dan kelurahan se-Jakarta Selatan, Kamis, (10/09/2020)

Pertemuan itu dalam rangka sinkronisasi data Badan Usaha (BU), untuk mengetahui validitasnya. Karena faktanya banyak badan usaha yang sudah tidak beroperasi lagi dan tidak melapor kepada BPJS Kesehatan.

Perlu koordinasi dan kerja sama yang lebih kuat antara PTSP dengan BPJS Kesehatan

Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta (P4) BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Sekatan,  Deni Nurhikmat mengatakan tujuan dari kegiatan itu adalah untuk menonaktifkan kepesertaan badan usaha yang memang sudah benar-benar tutup dengan mekanisme yang berlaku di BPJS Kesehatan. 

"Hal itu penting agar tidak terjadi penumpukan tunggakan iuran yang kemudian berdampak kepada status kepesertaan pekerja non aktif pada badan usaha tersebut.

Deni menegaskan, output yang ingin dicapai selain dari data yang valid, juga agar semua pekerja mendapatkan jaminan kesehatan yang jelas dan layak.

Selanjutnya : Sinkronisasi Data Badan Usaha Bersama PTSP Wilayah Jakarta Selatan

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00