Pelanggaran Jam Malam Akan di Sanksi Per 3 September 2020

Kardinan pedagang PKL Ketroprak di Jalan Margonda Depok

KBRN, Depok : Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan, pembatasan jam malam pada aktifitas jual-beli tatap muka dan aktifitas masyarakat masih bersifat sosialisasi. Sosialisasi dilakukan selama tiga hari mulai 31 Agustus 2020 sampai 02 September 2020. 

Sasarannya adalah pelaku usaha toko, rumah makan, café, mini market, midi market, super market dan mall sampai dengan pukul 18.00 WIB. Pembatasan jam malam diberlakukan mulai 31 Agustus sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

"Sesuai edaran yang dirilis oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok mengenai pembatasan operasional jualan sampe dengan pukul 18:00 WIB, kita lakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," kata Lienda kepada wartawan Selasa (01/9/2020).

Sosialisasi selama tiga hari ini, juga untuk meninjau tingkat kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Mengingat peningkatan kasus positif Covid-19 yang masih terus terjadi di Depok.

"Selama sosialisasi tiga hari, kita juga melakukan evaluasi tingkat kepatuhan masyarakatnya, apakah sudah patuh atau memang diperlukan adanya peningkatan terhadap penindakan-penindakan atau sanksi," ucapnya.

Kardinan pedagang Ketoprak dikawasan Jalan Raya Margonda, mengaku kaget dengan adanya kebijakan pembatasan jam operasional malam di Kota Depok. Ketika ditanya terkait pembatasan kegiatan berjualan tatap muka hingga pukul 18:00 WIB? Kardinan pun tampak kaget dan kebingungan harus bagaimana.

"Waduh gimana ya, mana baru keluar lagi, kalo ngga bisa jualan malam saya mesti cari tempat untuk berjualan siang hari nih, dan itu ngga gampang,' keluh Kardinan.

Kardinan hanya bisa herharap, pendemik Covid-19 dapat segera berakhir agar dirinya yang berprofesi sebagai pedagang kali lima (PKL) ini, tidak terus-terusan menjadi bulan-bulanan ketidak becusan Pemkot Depok dalam menangani kasus Covid-19 di Depok.

"Ya mudah-mudahan cepat berakhir Corona, biar ngga ribet begini. Ya namanya orang kecil cari makan buat anak bini," ujarnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00