Supir Angkot Depok Apresiasi BLT Kapolri

Pengemudi angkot Sitorus (kiri) dan Nanus (tengah) di Komunitas Kampoeng Kita Depok
Sekjen DPC Organda Depok Hasyim (dua kiri), Anggota Satlantas Polrestro Depok Bripka Yendri A Jambak (tengah)

KBRN, Depok : Ratusan supir angkot tampak memadati lokasi Komunitas Kampoeng Kita Depok (K3D) yang berada di Jalan Raya Margonda, tepatnya di depan Pertigaan Juanda, Kamis (23/7/2020).

Ratusan pengemudi angkot ini, rupanya sedang menunggu cairnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu per orang.

Sekjen DPC Organda Kota Depok M Hasyim mengatakan BLT ini merupakam bansos Presiden melalui Kapolri untuk membantu ekonomi warga kurang mampu yang tergabung dalam komunitas pengemudi angkutan dibawah Organda Depok. Mereka ini kata Hasyim adalah warga yang profesinya terdampak dari segi pendapatan akibat merebaknya pandemik Covid-19 di Kota Depok.

"Terhitung 21 Juli 2020, DPC Organda Kota Depok bekerjasama dengan Polrestro Depok dapat undangan menerima BLT dari kepolisian, sebesar Rp600 ribu per orang," kata Hasyim kepada RRI dilokasi.

Hasyim menyebutkan, ada 2000 jumlah pengemudi angkutan yang tergabung didalam Organda Depok, yang mendapatkan BLT tersebut. Mereka dibagi kedalam tiga kategori yaitu pengemudi angkot, pengemudi taksi dan pengemudi angkutan barang dan ojek pangkalan.

"Jadi jumlah bantuan yang diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia melalui Polrestro Depok kepada Organda Kota Depok sekitar 2000 orang," jelasnya.

Kerry pengemudi angkot 09, menuturkan biaya hidup keluarganya jadi terbantu dengan adanya BLT sebesar Rp600 ribu yang ia terima tiap bulan ini. Sebab penghasilannya menurun hingga 50 persen selama pandemik Covid-19.

"Kami sangat berterimakasih dimasa pandemik ini mendapat BLT dari Kapolri, jadi kebantu, bisa nalangi lah. Kalau narik lesuh sekarang, setoran aja separo susah. Jujur kami mengharapkan sekali bantuan ini," tutur Kerry kepada RRI dilokasi.

Pengemudi angkot 09 lainnya, Harap Siboro juga sependapat dengan Kerry. Sejak Covid-19 disusul PSBB dan PSBB Proporsional jumlah penumpang turun drastis hingga 75 persen.

"Sangat membantu ya BLT ini, karena penghasilan dari narik angkot ngga bisa diharapkan untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga selama pandemik Covid-19," ujar Harap.

Sangking sepinya, lanjut Harap, bisa seharian narik tapi tidak membawa hasil sama sekali saat pulang kerumah. Suatu, hari dia pernah mengalami, hanya mendapat 3 penumpang saja.

"Paling banyak saya bisa bawa pulang Rp20 ribu sehari, udah hebat banget itu dengan kondisi Covid-19 gini. Sebelum Corona, saya biasa bawa pulang rutin minimal Rp50 ribu sehari," ucapnya.

Harap Siboro melanjutkan, hingga saat ini, dirinya sudah tiga kali menerima BLT dari kepolisian melalui Organda Depok. Dia berharap bantuan ini terus dipertahankan selama pandemik Covid-19 ada. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00