Tidak Miliki SIKM Lolos Masuk Ibukota Diisolasi Mandiri

KBRN, Jakarta: Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan melakukan karantina mandiri terhadap 28 warga di sejumlah rukun warga (RW) karena baru kembali dari kampung halamannya di Tegal, Jawa Tengah, tanpa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Ini merupakan salah satu arahan dari pimpinan pak wali kota dan Pak Camat Pancoran untuk menindaklanjuti pemudik-pemudik yang kembali lagi ke Jakarta," kata Lurah Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Muhammad Mursid, di Jakarta, Rabu (3/6).

Konsumsi warga yang menjalani karantina akan dibantu oleh tetangganya, sehingga tetap nyaman selama karantina mandiri

Mursid mengatakan Ketua Gugus RW ditugaskan mendata warga yang kembali dari mudik ke Jakarta mulai hari pertama Idul Fitri 1441 Hijriah/2020. Alhasil Ketua Gugus Tugas RW menemukan sejumlah warga yang kembali dari mudik ke Jakarta, sebanyak 28 orang.

"Mereka isolasi mandiri selama 14 hari di masing-masing rumahnya," kata Mursid.

Selama menjalani karantina, warga tersebut akan dipantau kegiatannya oleh dokter dari Puskesmas kelurahan. Setelah menjalani karantina, warga tersebut akan diperiksa kesehatannya.

Sementara itu, untuk logistik, konsumsi warga yang menjalani karantina akan dibantu oleh tetangganya, sehingga tetap nyaman selama karantina mandiri. Para pemudik yang kedapatan kembali dari kampung halaman tersebut tersebar di sejumlah RW di Kelurahan Duren Tiga, salah satunya RW 05.Ketua RT 04/ RW 05 Kelurahan Duren Tiga.

Wahyu Setiawan menyebutkan, warga yang menjalani karantina mandiri tersebut rata-rata berprofesi sebagai pedagang. Warga tersebut kembali mudik dari kampung halamannya di Tegal, Brebes, dan Pemalang. Mereka masuk ke Jakarta tanpa mengantongi SIKM dan lolos di pos pemeriksaan.

Selanjutnya : Tidak Miliki SIKM, Lolos Masuk Ibukota Diisolasi Mandiri

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00