Listrik JIS dan Sirkuit Formula E Optimal Berkat Energize Dua Infrastruktur Ketenagalistrikan PLN

Proyek Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Kemayoran II dan SKTT 150 kV Kemayoran II Incomer, PT PLN UPP JBB 3. FOTO: PLN

KBRN, Jakarta: PLN terus berkomitmen dalam melistriki negeri. Kali ini PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Barat (PLN UIP JBB) melalui Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 3 (UPP JBB 3) berhasil menunjukkan komitmennya melalui keberhasilan proses energize pada 2 proyek infrastruktur ketenagalistrikan. 

Kedua proyek tersebut adalah Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Kemayoran II dan SKTT 150 kV Kemayoran II Incomer. Pemberian tegangan atau energize pada kedua proyek ini dilakukan pada hari yang sama, yaitu pada Jumat, 5 Agustus 2022. 

Bertempat di areal pembangunan kedua proyek itu, Energize SKTT 150 kV Kemayoran II Incomer tepat pada pukul 00.07 WIB, dilanjutkan Energize pada proyek GIS 150 kV Kemayoran II pada pukul 01.13 WIB. 

General Manager PLN UIP JBB, Octavianus Padudung mengungkapkan pentingnya pembangunan dua infrastruktur ketenagalistrikan ini untuk meningkatkan kapasitas penyaluran dan keandalan pasokan listrik di DKI Jakarta khususnya pada dua icon terbaru di Jakarta, yaitu Jakarta International Stadium (JIS) dan sirkuit Formula E. 

“JIS merupakan salah satu target utama dari pembangunan proyek ini. Tidak hanya itu, iklim pertumbuhan ekonomi dan industri di ibukota negara terus bergeliat. Hal ini menjadi perhatian utama kami agar bisa menyediakan pasokan listrik yang prima,” ungkap Octavianus. 

“Tidak hanya itu, keberhasilan energize dari GIS 150 kV Kemayoran II ini akan mendukung pembagian beban pelanggan atas 2 GI eksisting yakni GI 150 kV Kemayoran dan GIS 150 kV Gunung Sahari,” tambah Octavianus. 

Pembangunan GIS 150 kV Kemayoran II dibangun di dalam area GI 150 kV Kemayoran. Hal ini tentunya menjadi tantangan sendiri bagi PLN, karena pembangunan berada di dekat Gardu Induk eksisting yang aktif beroperasi. 

“Banyak tantangan yang kami hadapi dalam pembangunan dua proyek ini, diantaranya terkait izin pemadaman SKTT 150 kV Kemayoran - Gunung Sahari Sirkit 1 yang sedang beroperasi dalam rangka potong sambung SKTT ke arah GIS 150 kV Kemayoran II serta pekerjaan penggantian relay proteksi di GI 150 kV Kemayoran dan GIS 150 kV Gunung Sahari hanya diberikan dalam durasi waktu yang singkat sehingga harus dipersiapkan dengan matang sebelum pelaksanaan pemadaman," ucap Octavianus. 

Dibangun di kawasan padat penduduk dengan luasan lahan yang terbatas, pembangunan Gardu Induk dengan tipe GIS atau GI Pasangan Dalam ini pun dipilih. Dengan karakteristik seluruh komponen kelistrikan berada di dalam gedung kecuali trafo, memang sangat cocok untuk dibangun di lingkungan perkotaan yang padat penduduk, terlebih di ibukota DKI Jakarta. 

Pada proyek SKTT 150 kV Kemayoran Incomer turut dibangun di lokasi yang sama dengan area proyek GIS 150 kV Kemayoran II. Pembangunan SKTT ini dibangun dengan tujuan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan sebagai transformasi dari produk PLN. 

“Sebelumnya pada GIS 150 kV Gunung Sahari merupakan GIS tipe radial, dimana hanya mendapatkan sumber pasokan listrik dari GI Kemayoran. Dengan berhasilnya energize SKTT ini, akan menyinergiskan Gardu induk eksisting, diantaranya GIS 150 kV Gunung Sahari yang menjadi looping antara GI Kemayoran - GIS Kemayoran II - GIS Gunung Sahari." 

Lanjut Octavianus, proyek GIS 150 kV Kemayoran II dan SKTT 150 kV Kemayoran Incomer turut memperhitungkan aspek Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunannya. Pada proyek GIS 150 kV Kemayoran II, komponen TKDN mencapai 59,18 persen dari total investasi sebesar Rp119 Miliar, sedangkan SKTT 150 kV Kemayoran Incomer memiliki total komponen TKDN 43,28 persen dari total investasi sebesar Rp11 Miliar. 

"Tercapainya energize ini merupakan salah satu wujud nyata PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi serta mendukung tema Kemerdekaan RI ke-77, yakni Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat," tutupnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar