Perjuangan UMK Gedebok Pisang Terbayar Berkat Bantuan Usaha dari PLN

Pelaku UMK Gedebok Pisang menerima bantuan usaha dari PT PLN UIP JBB. FOTO: Dok (PLN)

KBRN, Depok: Nurhayati tengah memikirkan inovasi untuk produk baru dari Kelompok Perempuan Sejati ketika melihat batang pohon pisang tergeletak menunggu dibuang. Tiba-tiba tercetus ide di benaknya untuk mengolahnya menjadi camilan yang punya cita rasa khas. 

Usaha Mikro Kecil (UMK) berasal dari Depok ini selalu menggunakan bahan lokal yang diolah menjadi produk kuliner favorit. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan yang dianggap kurang berguna. 

“Salah satu bahan yang dianggap kurang berguna adalah gedebok pisang. Ini yang kami olah menjadi jajanan kuliner favorit," ujar Nurhayati, Ketua Kelompok Perempuan Sejati. 

Kekayaan alam Indonesia seolah tak ada habisnya untuk disulap jadi produk dengan nilai unggul. Hal ini ditekuni oleh Kelompok Perempuan Sejati selama beberapa tahun terakhir. 

Selain menggunakan bahan seperti daun kelor, kimpul, porang, bunga telang, rempah dan rimpang sebagai bahan baku, mereka juga menciptakan camilan dari batang pisang. 

Gedebok atau batang dari tumbuhan tersebut memang tak lazim digunakan sebagai bahan makanan. Namun rupanya, UMK ini mampu menyulapnya menjadi camilan khas yang banyak disukai pelanggan. 

“Kami menggunakan sisi dalam dari gedebok pisang. Ternyata banyak yang suka dengan cita rasanya,” imbuh Nurhayati sambil tersenyum. 

Kendati demikian, usaha Nurhayati dan 8 anggota kelompoknya tak selalu berjalan mulus. Mereka sering terkendala dalam hal produksi akibat peralatan yang masih kurang memadai, sehingga kerap mengurangi kualitas produk. 

“Padahal kami ingin produk kami punya kualitas yang baik dan konsisten, sehingga jumlah pelanggan bisa terus meningkat,” lanjut Nurhayati. 

Kelompok Perempuan Sejati yang terdiri dari 9 perempuan dan ibu rumah tangga ini terus gigih menciptakan inovasi produk yang terbaik meski di tengah keterbatasan. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba, di Bulan Juni ini datang bantuan dari PLN UIP JBB melalui program PLN Peduli atau TJSL. 

“Bantuan ini kami gunakan untuk pengadaan alat-alat produksi dan juga untuk sertifikasi produk,” tutur Nurhayati. 

Kelompok Perempuan Sejati akan lebih berfokus pada pengurusan sertifikasi masing-masing produk, yaitu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sertifikasi ini sendiri, berfungsi untuk memperketat standar atas produk yang dipasarkan. 

“Sertifikat BPOM, MUI menjamin mutu produk kami, sehingga bisa menjadi nilai tambah karena konsumen cenderung lebih percaya pada produk yang sudah terjamin keamanannya. Sehingga otomatis akan menaikkan nilai jual kami,” papar Nurhayati. 

Pihaknya sangat bersyukur atas bantuan dari PLN UIP JBB ini. 

“Sekarang kami bisa lebih fokus dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi berkat program bantuan ini,” imbuh Nurhayati. 

General Manager PLN UIP JBB, Octavianus Padudung, mengatakan, bantuan ini merupakan wujud dukungan PLN terhadap usaha kecil milik komunitas lokal masyarakat. 

“Kami melihat sangat banyak UMK yang punya potensi besar untuk berkembang, salah satunya adalah Kelompok Perempuan Sejati ini,” ujar Octavianus. 

“Sayangnya, tidak semua punya akses yang sama untuk pengembangan, dan banyak yang terkendala masalah pendanaan sehingga dari segi penjualan dan pemasaran tidak bisa dicapai secara optimal,” imbuhnya. 

Melalui program TJSL dalam kategori pemberdayaan UMK, PLN UIP JBB melakukan pendampingan secara intensif untuk mencapai komunitas yang mandiri secara finansial. 

“UMK adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, yang jika dikelola secara optimal dapat menjadi sebuah brand yang mampu bersaing di pasar yang lebih besar,” tukas Octavianus. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar