Antisipasi Wabah PMK, Terapkan SOP Bagi Hewan Ternak

KBRN,Jakarta: Suku Dinas (Sudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Selatan, telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mengantisipasi maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang telah melanda kepada hewan ternak di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Hasudungan A Sidabalok mengatakan,  pihaknya gencar mensosialisasikan SOP yang diterapkan. Salah satunya yakni karantina selama 14 hari untuk hewan kurban yang masuk dari luar daerah. 

"Aturan wajib karantina untuk kedatangan hewan ternak dari luar daerah sudah gencar disosialisasikan sehingga diketahui oleh seluruh pedagang dan peternak di Jakarta Selatan," ujarnya, Selasa (24/5/2022). 

Hasudungan memaparkan, pemilik hewan ternak yang mendatangkan dari luar daerah masuk ke Jakarta Selatan juga wajib membawa surat bebas Penyakit Mulut san Kaki (PMK) dari daerah asal hewan dibawa. 

"Sebelum membawa masuk ke Jakarta Selatan, pedagang hewan ternak wajib mengurus surat izin pemasukan hewan ke Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tingkat kota. Serta surat keterangan PM-1 di kelurahan setempat," lanjutnya. 

Hasudungan mengungkapkan, hewan ternak dari luar daerah selama menjalani masa karantina di Jakarta Selatan tidak dapat diperjualbelikan. 

"Pemilik hewan ternak wajib membersihkan dan mendensikfektan kandang selama masa karantina," ungkapnya. 

Hasudungan menambahkan, pengawasan ketat diterapkan untuk melindungi peternak di Jakarta Selatan. 

"Agar hewan ternak peliharaan tidak mengalami PMK disebabkan penularan dari hewan dari luar yang masuk," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar