FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Pencegahan Hepatitis Misterius Segera Deteksi Dini dan Lengkapi Vaksinasi

KBRN, Jakarta : Kepala Puskesmas Kecamatan Palmerah Jakarta Barat, Dr. Darus Sahmedi, M. Si menjelaskan bahwa terkait kasus Hepatitis misterius pihaknya siap menangani sedini mungkin. 

"Untuk di Puskesmas kami ini, kita tetap menegakkan diagnosis terlebih dahulu, apa hasilnya, jika tidak ada masalah pasien akan menjalani terapi yang kami sudah sediakan, namun sebaliknya jika pasien diduga dengan gejala berat otomatis kami akan melakukan rujukan ke rumah sakit yang sudah ada seperti di RS Tarakan, "ujar Dr. Darus Sahmedi dalam acara dialog tanggap bencana dengan thema " Cara Pencegahan Hepatitis" yang berlangsung di lantai 4 Puskesmas Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (19/5/22).  

Dr Darus Sahmedi menambahkan, masyarakat tidak perlu panikhubunga,  jika ibu-ibu mengetahui putra-putrinya ada gejala mual makan segera datang langsung ke puskesmas.

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi, Dinkes Provinsi DKI Jalarta, dr. Ngabila Salama, MKM menerangkan bahwa sesuai topik yang dibahas yakni cara pencegahan Hepatitis bahwa dari Dinas kesehatan DKI Jakarta langkah pertama dalam pencegahan tersebut adalah membuat seminar bersama satgas - satgas hepatitis, serta regulasi, hal ini sangat efektif dilakukan berdasarkan pengalaman kemarin yakni pandemi covid-19. 

"Ya setelah kami mendapatkan informasi dari Kemenkes terkait hepatitis misterius yang dialami oleh anak usia dibawah 14 tahun, kami mendapat arahan dari pimpinan kami untuk langsung berinteraksi dengan Kecamatan, Kelurahan, RT & RW, " ucapnya

"Virus ini juga sedang dalam pemeriksaan di laboraturium, karena hepatitis ini belum ditemukan jenisnya dan mereka yang terserang dari saluran pernapasan  dan pencernaan, dikami masuk laporan 1 Mei, pasca pandemi menjadi endemi Covid-19, " tuturnya

Dikatakan dr. Ngabila Salama, kami sedang melakukan pencarian penyebab pastinya seperti itu, dan hepatitis peradangan pada hati, kita berprinsip dengan perilaku masyarakat harus tetap hidup bersaih, menggunakan masker dan vaksin hepatitis lengkap. 

Selain itu, pemerintah juga sudah mengkondisikan bagi pasien akut akan dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso serta RSCM yang memiliki peralatan dan pemeriksaan penunjang. 

"Sedangkan di DKI Jakarta, pasien hepatitis misterius ini bisa di rujuk ke RS Tarakan dan Rumkit yang bertipe B, " Tambahnya. 

Sementara itu, Dr. Hermawan Saputra, SKM, MARS, CICS dari Dewan Pakar (IAKMI) Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia menyebutkan, pencegahan dini terkait hepatitis misterius ini adalah perilaku hidup sehat, hindari yang lembab. 

" Pencegahan perilaku adalah cara terbaik lantaran peredarannya melalui oral, sehingga mengawasi perilaku masyarakat harus tetap memakai masker, karena kita sudah melihat pengalaman ketika mengatasi Covid-19. "Katanya.

" Diluar negeri saja saat ini mereka mengawasi lingkungan tempat bermain anak, nah ini yang harus dilakukan  oleh provider pariwisata, untuk tetap menjaga kebersihan, hepatitis ini salah satu masalah yang menjadi gundah yang dialami oleh ibu-ibu, sehingga kita perlu mensosialisasikan secara efektif melalui medsos dan instagram, "katanya.

Menurutnya, satu kunci untuk menghindari dari hepatitis misterius ini dengan perilaku masyarakat harus bersih menghindari dari yang lembab, apalagi cuaca saat ini berubah ubah, sehingga perlu perhatian lebih untuk anak-anak yang saat ini tatap muka artinya sudah sekolah. 

Selain itu, Jakarta Barat yang notabene ada 7 anak menderita hepatitis misterius dan sudah di follow up ini, harusnya semua puskesmas sudah melakukan sosialisasi langsung dan digital.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar