Agar tidak cut-off, Hasbullah meminta proyek underpass Dewi Sartika dikerjakan sedari awal tahun

Lokasi perlintasan KRL Jalan Dewi Sartika yang akan dibangun underpass oleh Pemprov Jabar.
Bidang tanah underpass Jalan Dewi Sartika ke arah Jalan Margonda telah dibebaskan oleh Pemkot Depok.

KBRN, Depok: Ada kabar gembira bagi warga Depok yang kerap melintas di Perlintasan kereta api, Jalan Dewi Sartika. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, tahun ini akan membangun proyek underpass untuk mengurai antrian kendaraan sekaligus mencegah terjadi kecelakaan.

"Meski sempat tertunda, harusnya kan proyek itu sudah dibangun pada 2021 lalu. Tapi karena kita ngga ada uang, uangnya di refocusing untuk penanganan Covid-19. Maka diluncurkan di APBD Provinsi Jawa Barat di 2022," kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah, kepada RRI, Rabu (19/1/2022).

Proyek underpass yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat 2022 sebesar Rp136 miliar itu, kini masih dalam proses tender atau lelang.

Hasbullah berharap, Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Jabar dapat meyelesaikan tender proyek underpass Jalan Dewi Sartika diawal tahun 2022. Agar proyek ini tidak terjadi cut-off atau pemberhentian proyek ditengah jalan, mengingat pengerjaan proyek itu akan memakan waktu selama 300 hari kerja.

"Sayang waktu kalau sampai 2 tahun pengerjaannya berarti kan masyarakat baru bisa menikmati underpass itu ditahun ketiga kan? Harusnya kalau diawal tahun ini dia selesai tender, maka proyeknya diperkirakan dapat selesai diakhir tahun," ucap Anggota Komisi 4 DPRD Jabar itu.

Hasbullah menyebutkan, alasan Pemprov Jabar menjadikan proyek underpass Jalan Dewi Sartika sebagai program strategis Gubernur Ridwan Kamil. Karena saat Kang Emil berkunjung ke Depok beberapa waktu lalu, mendapati antrian kendaraan yang terjadi di perlintasan KRL itu cukup parah dan rawan kecelakaan.

"Rintasi KRL itu kan per 5 menit bisa lewat kan, itu sangat cepat. Bayangkan kalau KRL itu ada dua lajur yang satu lajur kearah Jakarta dan lajur lainnya kearah Bogor dimana Jalan Dewi Sartika perlintasan umum, itu kan rawan kecelakaan. Bisa jadi orang nerobos, atau mesin mobil mati"

"Makanya pada saat pak Gubernur Ridwan Kamil datang ke Depok mejanjikan akan membangun underpass," tukas Hasbullah.

Pemprov Jabar dan Pemkot Depok berkolaborasi dalam mewujudkan mega proyek underpass ini. Dimana Pemkot Depok bertanggungjawab terhadap pembebasan lahannya dan Pemprov Jabar membiayai seluruh pembangunan infrastrukturnya.

Pembebasan Lahan

Sebelumnya, Kabid Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok, Usep mengatakan, progres pembebasan lahan proyek underpass Jalan Dewi Sartika baru terealisasi sebanyak 56 bidang tanah dari total 78 bidang tanah yang harus dibebaskan, pada September 2021. Sedangkan 22 bidang tanah lainnya, kata Usep, akan dibebaskan Pemkot Depok pada 2022 karena keterbatasan anggaran.

"Ada total 78 bidang tanah yang harus dibebaskan Pemerintah Kota Depok untuk pembangunan underpass ini. Baru terealisasi 56 bidang tanah dibebaskan dengan anggaran sebesar Rp189 miliar. 22 bidang tanah lainnya, akan dibebaskan tahun depan karena keterbatasan anggaran," ujar Usep saat dikonfirmasi RRI melalui pesan whatsapp, 14 September 2021, lalu.

Untuk membebaskan 22 bidang tanah lainnya, Pemkot Depok membutuhkan anggaran sebesar Rp28 milyar.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok, Dudi Miras mengatakan jika seluruh 78 bidang tanah yang dibutuhkan untuk proyek underpass Jalan Dewi Sartika sudah selesai dibebaskan.

"Sudah dibebaskan semua bidang tanah untuk proyek underpass Jalan Dewi Sartika?," kata Dudi saat dikonfirmasi RRI, Rabu (19/1/2022). (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar