Transisi Dan Transformasi, PAM Jaya Berkolaborasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI

KBRN, Jakarta : Menjelang berakhirnya Perjanjian Kerjasama antara PAM Jaya dengan Aetra dan Palyja, PAM Jaya akan menggandeng Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, untuk mendukung serta mengawal proses transisi dan transformasi yang sedang dilakukan PAM Jaya.

Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Bambang Bachtiar dengan Direksi PAM Jaya, dalam rangka kolaborasi mengawal proses transisi dan transformasi PAM Jaya, dalam persiapan pengakhiran kerjasama dengan kedua mitra swastanya yakni Aetra dan Palyja.

Dalam pertemuan yang diwakili oleh Direktur Utama PAM Jaya Syamsul Bachri Yusuf dan Direktur Umum PAM Jaya Teddy Jiwantara Sitepu, juga dihadiri oleh Asisten Perdata dan TUN DKI Jakarta Herry Hermanus Horo, di kantor Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, pada Kamis (13/1/2022) lalu.

Dijelaskan bahwa proses transisi dan transformasi PAM Jaya yang dilakukan sangat membutuhkan dukungan dari berbagai instansi pemerintahan terutama Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Menyelesaikan Agenda 2023 dan 2030 dalam waktu singkat bukanlah hal yang mudah, namun juga bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Dukungan dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta akan menjadi "decisive enablers" untuk suksesnya transisi dan transformasi PAM Jaya,” ujar Syamsul.

Pada 31 Januari 2023, Perjanjian Kerjasama antara PAM Jaya dengan Aetra dan Palyja akan berakhir. Selama masa transisi ini, PAM Jaya sedang menyiapkan hal-hal terkait penyerahan kembali pengelolaan air minum perpipaan Jakarta, yang sebelumnya dilakukan oleh Aetra dan Palyja. Konsesi kerjasama ini dilakukan selama 25 tahun, sejak tahun 1998 sampai dengan 2023.

“Harapannya kolaborasi dengan Kejati DKI Jakarta akan memudahkan implementasi proyek strategis nasional, dan program Gubernur DKI Jakarta untuk menyediakan infrastruktur 100% cakupan pelayanan, serta mencegah prediksi Jakarta Tenggelam di tahun 2030,” pungkas Teddy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar