Diklaim Lebih Sederhana, KPU RI Simulasikan Surat Suara Pemilu 2024

KBRN,JAKARTA : Komisi Pemilihan Umum RI telah melakukan simulasi surat suara yang diklaim lebih sederhana ketimbang surat suara di Pemilu 2019. Dari 3 desain surat suara, 2 desain surat suara dilaporkan telah disimulasikan di kantor KPU Provinsi Bali. Kamis, (02/12/21)

Komisioner KPU Provinsi Jawa Barat Divisi Teknis, Endun Abdul Haq mengatakan, bahwa  dengan simulasi ini akan diperoleh situasi mendekati kenyataan yang akan dilaksanakan pada pemilu 2024 meskipun masih akan dilakukan simulasi lanjutan di Sumatera Utara. Salah satu situasi misalnya waktu yang dibutuhkan setiap pemilih dalam menggunakan hak suaranya.  "Dengan surat suara yang lebih sederhana ini maka kemungkinan lebih cepat waktu tiap pemilih di dalam TPS," kata Endun.

Anggota KPU Kabupaten Bogor, Herry Setiawan menambahkan, pentingnya sosialisasi sejak dini desain perubahan surat suara dan formulir hasil pemungutan suara kepada masyarakat luas. "Dengan begitu diharapkan tingkat partisipasi pemilih pada pemilu 2024 menjadi lebih baik dari pemilu serentak 2019," katanya.

Herry menyampaikan, bahwa sebelum dilskukan proses simulasi surat suara dan formulir untuk pemilu 2024 itu telah melalui proses panjang dengan melibatkan masukan dari beragam pihak termasuk para jurnalis. 

"Sebagaimana yang telah  disampaikan oleh KPU RI hasil simulasi itu akan dibawa ke DPR, Bawaslu, DKPP untuk dikonsultasikan apakah diperlukan revisi Undang-Undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 untuk merevisi aturan salah satunya soal pencantuman foto dalam surat suara DPD RI," terangnya.

Sementara itu pada desain surat suara untuk Pemilu nasional 2024, terlihat tetap mencantumkan kolom calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon anggota DPR RI. Sementara surat suara calon anggota legislatif DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota dalam satu suara berbeda dengan mencantumkan nama caleg dan parpol. Surat suara calon DPD RI tetap mencantumkan foto dan nama calon. Sehingga desain pertama ini memiliki 3 surat suara dengan 3 kotak suara yang disimulasikan di TPS 1. 

Sementara itu, desain lainnya yang disimulasikan di TPS 1 adalah konsep 1 surat suara dengan hanya mencantumkan nomor dan kolom pencoblosan untuk 5 jenjang pemilu dengan hanya mencantumkan nama dan foto capres cawapres dalam surat suara. Sedangkan nama caleg dan nama calon DPD RI ditempel di dalam bilik suara. 

Dengan dua konsep surat suara yang lebih sederhana itu diharapkan akan lebih efisien dalam penggunaan kertas dan kotak suara dari awalnya 5 kotak suara menjadi 3 atau 2 kotak suara yang nantinya jika disetujui para pemangku kepentingan akan dijadikan sebagai surat suara pada pemilu serentak 2024.(ars)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar