Sejak PTMT digelar ada empat sekolah Lockdown di Depok selama sepekan

Suasana PTMT di salah satu SMPN di Kota Depok, Senin (4/10).

KBRN, Depok: Sebanyak empat sekolah di Kota Depok menangguhkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) selama sepekan. Penghentian PTMT sementara ini, buntut dari ditemukannya kasus siswa pada empat sekolah tersebut terpapar Covid-19. 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto mengatakan, ke empat sekolah yang kegiatan PTMT nya dihentikan sementara adalah dua SDN, satu SMPN dan satu Pondok Pesantren (Pompes). 

"Iya benar ada empat sekolah yang PTMT nya dihentikan sementara di Kota Depok, menyusul ada laporan dari para orangtua bahwa anak mereka terpapar Covid-19," kata Wijayanto saat dikonfirmasi RRI, Senin (25/10/2021). 

Sebagai gantinya, kata Wijayanto, ke empat sekolah yang PTMT nya dihentikan sementara itu pembelajarannya dialihkan kembali ke PJJ selama sepekan. Sedangkan terhadap siswa yang terpapar diminta untuk melakukan isolasi mandiri. 

"Masih untung ini orangtuanya melaporkan ke sekolah kalau anaknya terpapar Covid-19. Sehingga sekolah bisa mengambil langkah-langkah untuk menindak lanjuti laporan itu," katanya. 

Wijayanto memastikan jika siswa yang terpapar Covid-19 di empat sekolah tersebut tidak terpapar dari lingkungan sekolah. 

"Tapi mereka (siswa) bukan terpapar dari sekolah ya. Mereka terpaparnya dari cluster keluarga. Infonya ada yang kena dari pasar," tambah Wijayanto. 

Selama PTMT tutup sementara sepekan, sekolah bekerjasama dengan Satgas Covid-19 dan puskesmas setempat untuk melakukan tracing kepada siswa lainnya. Selain itu dilakukan juga sterilisasi sekolah dengan penyemprotan cairan disinfektan. 

"Kami sudah swab antigen seluruh siswa dan guru di ke empat sekolah itu, hasilnya negatif," ujarnya. 

Meski demikian lanjut Wijayanto, SDN 3 Sawangan dan SMPN 10 hari ini sudah kembali menerapkan PTMT. Karena sudah menjalani masa penutupan sementara selama sepekan. 

"Harusnya SDN 3 Sawangan dan SMPN 10 sudah PTMT lagi hari ini ya, karena mereka sudah 1 minggu tutup sejak ditemukan kasus kemarin, nanti saya cek dulu. Yang masih tutup itu satu SD Swasta dan satu Pompes," tuturnya. 

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana memastikan tidak ada aktivitas di Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam, Kecamatan Cimanggis pasca ditemukannya kasus positif Covid-19. Pihaknya juga telah melakukan penanganan terhadap santri dan ustad yang terkonfirmasi positif. 

"Saat ini sudah dilakukan mitigasi dan tidak ada aktivitas," ujar Dadang Wihana, dalam keterangan persnya, Jumat (22/10/21). 

Dirinya mengatakan, penghuni Ponpes yang terpapar Covid-19, kini sudah melakukan isolasi mandiri (isoman) di pesantren. Puskesmas setempat juga telah melakukan pemantauan. 

Sementara itu, Camat Cimanggis, Abdul Rahman mengatakan, total penghuni Ponpes Babussalam yang terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 46 orang. Terdiri dari santri dan ustad. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00