FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Kementan Siapkan Lokasi Baru Pertanian Cerdas Iklim

KBRN, Jakarta : Guna mensiasati dampak perubahan iklim yang makin ekstrim, Kabupaten Pinrang dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan pertanian cerdas iklim atau Climate Smart Agriculture melalui Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP). 

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah lembaga terdepan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di kecamatan.

"Untuk itu BPP harus diperkuat dari semua sektor, baik sarana prasarananya maupun sumber daya manusianya,” ujar Mentan SYL

Selain itu,  BPP juga mempunyai 5 peran strategis antara lain sebagai Pusat Data dan Informasi, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis dan Sebagai Pusat Pengembangan Kemitraan atau Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI) di kecamatan. Semua peran itu telah diperkuat dengan sarana dan prasarana terutama sarana teknologi informasi mendukung era 4.0.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat penting. 

"Penyuluh dan petani dalam mengelola usaha taninya harus mampu beradaptasi dan melakukan mitigasi adanya perubahan iklim serta melek teknologi informasi," jelasnya.

Sri Puji Rahayu, selaku Penyuluh Pertanian Pusat menyampaikan dipilihnya Kabupaten Pinrang sebagai lokasi baru SIMURP karena potensi pertaniannya cukup luas. Dimana Pinrang mempunyai luas sawah seluas 91.159 Ha (46,47%); perkebunan campur seluas 9.346,4 Ha (4,76%); areal Ladang/Tegalan seluas 27.083 Ha (13,81%), areal Perkebunan seluas 44.782 Ha (22,83%) dan areal Hutan seluas 721.831 Ha (26%). 

Selain itu, Kabupaten Pinrang juga mempunyai potensi hidrologi berupa dua sungai besar yaitu sungai Mamasa dan Sungai Saddang yang mendapatkan air dari Bendung Benteng yang memiliki debit rata-rata 319 m 3/dt. Dalam pengaturan irigasi, Pinrang masuk Daerah Irigasi (DI) Saddang dengan luas areal 61.198 Ha, jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Pinrang, Ir. Andi Tjalo  Kerrang, menyambut baik adanya Program SIMURP. Pihaknya siap mendukung kegiatan tersebut yang akan berada di 4 kecamatan/BPP. 

"Keempat wilayah itu mendapatkan air irigasi dari DI Saddang (Sub unit Langga) yakni BPP Watang Sawito,  BPP Mattiro Bulu, BPP Mattiro Sompe dan BPP Lanrisang," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00