FOKUS: #PPKM MIKRO

Bertani Itu Keren, Petani Milenial Dukung Program Utama Kementan

KBRN, Jakarta : Kerja keras Kementerian Pertanian untuk mencetak banyak petani milenial mulai menampakkan hasil. Jumlah petani milenial terus bertambah. Tidak itu saja, para petani milenial pun memberikan dukungan untuk program utama Kementan. Hal ini membuktikan bertani itu keren.

Kementerian Pertanian sendiri terus berupaya untuk meningkatkan produktivitas usaha tani. Diantaranya melalui pengelolaan pertanian cerdas iklim dan pengaturan air yang saat ini sudah dilaksanakan melalui Program Stategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) yang telah memasuki tahun ketiga. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, melalui Program SIMURP diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani terutama di Daerah Irigasi dan Daerah Rawa.

“Bertani itu keren dan pertanian tidak pernah ingkar janji apalagi dengan adanya CSA melalui SIMURP, pertanian makin memiliki dampak yang positif tentunya untuk meningkatkan produktivitas produksi tanaman dan pendapatan petani. Sektor pertanian tak mungkin bisa maju tanpa digitalisasi. Oleh karena itu perlu mempercepat proses produksi pertanian dengan sentuhan teknologi mekanisasi berbasis digital,” tegas Mentan SYL. 

Mentan SYL berkeyakinan masih banyak anak muda yang mau terjun dibidang pertanian agar mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik, apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia maka dunia ada dalam genggaman.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menjelaskan salah satu upaya yang dilakukan lembaganya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menggenjot daya saing adalah melalui pelatihan sejuta petani dan penyuluh di seluruh Indonesia.

Dedi berharap melalui pelatihan, mereka akan difasilitasi untuk langsung terjun ke sektor pertanian. 

"Petani milenial agar menebar resonansi di daerahnya masing-masing. Jika saja satu orang petani milenial mampu menarik 200 orang pemuda di daerahnya, makatarget 2,5 juta petani milenial pada tahun 2024 akan tercapai," kata Dedi.

Untuk menindaklanjutinya, Dinas Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai telah melakukan Sosialisasi Penumbuhan Market Linkage dan Pembentukan KEP, Jum’at (17/09 2021) di Aula BPP Pematang Sijonam. 

Acara tersebut dihadiri oleh Kabid Penyuluhan Pertanian Kabupaten Serdang Bedagai, Syamsiah Lubis, Petani Milenial, KWT, Poktan CSA yang memiliki usaha di bidang pertanian selain padi sawah diantaranya penangkar padi, pengusaha pupuk (UD), pengusaha kerupuk, jamu, yang memiliki jaringan pemasaran prodak pertanian beserta penyuluh pendamping.

Tujuan dilaksanakan acara tersebut untuk menindaklanjuti pelatihan kewirausahaan bagi calon pengusaha tani muda SIMURP dan sosialiasi mengembangkan kelompok tani atau gabungan kelompok tani menjadi kelembagaan ekonomi petani hingga menjadi sebuah korporasi petani yang berbasis pada komoditas unggulan di wilayah kerja SIMURP. 

Selain itu juga akan dibentuk kepengurusan dan pemberian nama KEP menjadi KEP Sejahtera Bersama dilanjutkan dengan pemilihan Ketua/Manajer, Sekretaris dan Bendaharanya. Selanjutnya dibentuk Seksi Permodalan, Seksi Produksi, Seksi Pengolahan Hasil, Seksi Distribusi dan Cadangan Pangan serta Seksi Sarpras. 

"Ke lima Seksi yang ada di KEP Sejahtera Bersama berasal dari tiga kecamatan yang ada di BPP Pematang Sijonam yaitu Perbaungan, Pantai Cermin dan Pegajahan," ujar Syamsiah. 

Sebagai Ketua terpilih, Yudi Guntara, yang merupakan petani milenial dan sudah mengikuti pelatihan calon pengusahatani muda SIMURP, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang telah diberikan. 

Selanjutnya akan diadakan pertemuan lanjutan tentang rintisan penumbuhan market Linked, dimana akan dibahas pendalaman pertemuan pertama tentang pembuatan SK beserta penyusunan AD/ART KEP Sejahtera Bersama di bawah binaan BPP Pematang Sijonam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00