Pioner keselamatan, Universitas Pancasila gelar pelatihan pengemudi profesional

Kasi Gunranmor Subdittatib Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Deni Setiawan, di UP, Sabtu (18/9).
Kepala Lembaga Pusat Pengembangan Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya Manusia UP Brigjen Pol (Purn) Untung Leksono di UP, Sabtu (18/9).
Karyawan UP peserta Pelatihan Peningkatan Profesionalitas Pengemudi Melalui Pelayanan Prima, Sabtu (18/9).

KBRN, Jakarta: Untuk meningkatkan profesionalitas tenaga pengemudi di lingkungan Universitas Pancasila (UP). Lembaga Pusat Pengembangan Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya Manusia UP menggelar "Pelatihan Peningkatan Profesionalitas Pengemudi Melalui Pelayanan Prima".

"Pelatihan pengemudi ini adalah inisiatif dari pimpinan UP agar para pengemudi di lingkungan UP handal, profesional dan beradab di jalan raya," kata Kepala Lembaga Pusat Pengembangan Manajemen dan Kapasitas Sumber Daya Manusia UP Brigjen Pol (Purn) Untung Leksono, kepada wartawan di Aula Lantai 4 Fakultas Ekonomi UP, Jakarta Selatan, Sabtu (18/9/2021).

Selain dibekali dengan pengetahuan serta kesadaran bagaimana menjadi pengemudi yang bertanggungjawab di era lalu lintas yang semakin padat. Para pengemudi ini diharapkan bisa mengedepankan adab di Jalan Raya demi keselamatan baik bagi dirinya sendiri, majikan yang dikemudinya dan juga masyarakat umum pengguna jalan lainnya.

"Perkembangan sudah semakin cepat, ada UU Lalu Lintas dengan menerapkan law enforcement secara elektronik. Mereka juga harus paham tentang masalah-masalah seperti itu, dan etika-etika lain yang kemudian kita harapkan menjadi attitude yang membawa profesi pengemudi semakin baik," ujar Untung.

Masih dilokasi yang sama, Kasi Gunranmor Subdittatib Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Deni Setiawan, berharap para pengemudi di lingkungan UP pasca pelatihan ini bisa menjadi role model bagi pengemudi-pengemudi yang lain.

"Pengemudi ini adalah mitra kami di jalan, jadi pemahaman mengenai kepatuhan dan etika berlalu lintas yang baik dan beradab di jalan bisa mengurangi terjadinya kecelakaan. Mudah-mudahan setelah pelatihan ini para pengemudi UP bisa menjadi pioner bagi pengemudi lainnya," ucap Deni.

Di era e-TLE, lanjut Deni, keselamatan di jalan dipengaruhi oleh faktor kepatuhan pengemudi terhadap rambu-rambu lalu lintas dan kepatuhan terhadap aturan berkendaraan.

Khusus di area yang terpasang e-TLE tingkat pelanggaran lalu lintas kini turun hingga 90 persen.

"Kebanyakan pelanggaran yang tertangkap kamera e-TLE yaitu tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan hand phone saat mengemudi dan menerobos lampu merah. Jumlah untuk pelanggaran itu kini turun 90 persen setalah ada e-TLE, artinya masyarakat sudah lebih aware," ucanya.

Tingkat kecelakaan pada titik-titik jalan yang dibangun infrastruktur e-TLE pun turut menurun. Sebab semakin tinggi kesadaran masyarakat tertib berlalu lintas ketika diawasi kamera e-TLE 24 jam.

"Karena 99 persen kecelakaan di jalan diawali dengan pelanggaran. Dengan semakin baiknya kesadaran pengemudi, dan ditambah dengan pengemudi-pengemudi yang ber etika dan beradab dari UP pasca pelatihan ini, diharapkan jumlah kecelakaan di jalan raya mampu diredam," ujarnya.

Pantauan RRI, ada puluhan pengemudi yang ikut berpartisipasi dalam "Pelatihan Peningkatan Profesionalitas Pengemudi Melalui Pelayanan Prima" di UP ini. Mereka adalah para pengemudi dari lingkungan Universitas Pancasila diantaranya, pengemudi pribadi daripada pimpinan UP dan pengemudi dari fakultas-fakultas.

"Harapan kami dari pelatihan ini adalah semua karyawan yang berprofesi pengemudi di lingkungan UP jadi lebih profesional, memiliki adab dan etika yang baik di jalan raya," tandas Untung. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00