Timbulkan kecemburuan sosial, Organda sayangkan aksi sporadis pembagian sembako kepada supir angkot di Depok

Aksi bagi bagi sembako dari Polsek dan Koramil Sukmajaya kepada supir angkot di Kampung Sawah, Jumat (30/7).

KBRN, Depok: Sebanyak 12 ribu pengemudi angkota se Kota Depok mengalami lapar karena pendapatan mereka anjlok selama PPKM Level 4.

Sekjen Organda Kota Depok M Hasyim mengapresiasi respon cepat dari Polsek Sukmajaya dan Koramil Sukmajaya yang membagi bagikan sembako kepada para supir angkot di Kampung Sawah, Cilodong, Kota Depok, pada Jumat (30/7).

Namun karena paket sembako yang dibagikan hanya 20 bungkus, tidak sesuai dengan jumlah supir yang sedang kesulitan ekonomi. Ditambah lagi pembagian sembako tersebut tidak berkoordinasi dengan Organda maupun Badan Hukum pengusaha angkot, sehingga menimbulkan kecemburuan sosial dikalangan para supir.

"Pertama kami mengapresiasi respon cepat dari Polsek dan Koramil Sukmajaya. Saya dapat informasi dari anggota dilapangan paket sembako yang dibagikan itu cuman 20 bungkus dari semua pengemudi yang ada di Kota Depok, ngga cukup, jadi menimbulkan kecemburuan sosial diantara supir. Kami dari Organda jadi sulit menjelaskannya," ujar Sekjen Organda Kota Depok M Hasyim kepada RRI, Sabtu (31/7/2021).

Supir angkot berharap jika ada sembako, sebaiknya donatur berkoordinasi dengan Organda dan Badan Hukum pengusaha angkot di Kota Depok. Agar data dan jumlah supir yang mendapatkan bantuan sembako tepat sasaran dan proporsional.

"Kepengennya temen temen yang lain itu kalaupun ada bantuan berkoordinasi dengan Organda ataupun dengan badan hukum nya biar penyalurannya tepat," ujar dia.

Sebagai informasi, menindaklanjuti keluhan para sopir angkot yang teriak karena pendapatan merosot, mendapat tanggapan dari Polsek Sukmajaya. Kapolsek Sukmajaya AKP Syafri bersama Danramil Sukmajaya Kapten Suyono menyalurkan sebanyak 50 paket sembako berupa beras seberat masing-masing 5 kg untuk meringankan beban para supir angkot yang mangkal di Kampung Sawah.

"Kebetulan aja itu, dia (supir angkot) habis pasang spanduk terkait ngga ada perhatian dari pak Wali Kota. Kebetulan aja itu," kata Syafri saat dikonfirmasi RRI.

Kata Syafri, sembako yang didistribusikan Polsek Sukmajaya dan Koramil Sukmajaya kepada supir angkot di Kampung Sawah, berasal dari pemerintah pusat untuk dibagikan kepada seluruh warga terdampak PPKM Level 4 di Kota Depok.

Terkait hal masih banyak supir angkot yang belum kebagian sembako, Syafri menambahkan dirinya telah memerintahkan Kanit Bimas Polsek Sukmajaya untuk mendata kembali supir angkot yang belum kebagian sembako.

"Kanit Bimas sudah laporkan ke saya data supir angkot yang belum dapat sembako tadi pagi, cuman karena ada kegiatan vaksinasi saya bilang ya udah kurangnya berapa, dibagikan lagi," ujar Syari.

Baca Juga: Pengusaha angkot di Depok menjerit, Supir: Kami lapar pak Wali Kota

Sebelumnya, Sekjen Organda Depok M Hasyim bersama badan hukum dan supir angkot memasang spanduk sebanyak 6 titik yang tersebar di Jalan Raya Margonda, Simpangan Depok dan di Kampung Sawah.

Adapun tulisan pada spanduk tersebut yaitu ""Pemerintah Tolòoong Perhatikan Kami!!!, Kami supir Angkot Kota Depok Lapaar. Jangan biarkan kami mati, anak istri pun ikut mati. Mana perhatianmu???? Dampak Covid-19 dan PPKM". (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00