Percepat vaksinasi, Disdukcapil telusuri NIK WBP Rutan Depok

Kepala Disdukcapil Kota Depok Nuraeni Widayatti. FOTO: Ist

KBRN, Depok: Vaksinasi adalah langkah proteksi diri paling aman dari penularan virus Corona. Itu sebabnya kenapa pemerintah pusat memerintahkan seluruh provinsi, kabupaten/kota untuk menggesa vaksinasi guna mencapai herd immunity.

Salah satu kawasan yang rentan penularan Covid-19 adalah kerumunan orang di blok tahanan rumah tahanan (Rutan). Oleh sebab itu Rutan Kelas 1 Cilodong Depok berharap dapat segera dilakukan vaksinasi terhadap seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Depok dalam waktu dekat.

Tapi sayangnya setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok, ternyata vaksinasi membutuhkan nomor induk kependudukan atau NIK. Sementara 1000 dari total 1500 WBP Rutan depok belum memiliki NIK.

"Nah, kita sudah berkoordinasi dengan Dinkes Depok dan mereka siap membantu vaksinasi, tapi syaratnya harus ada NIK. Ternyata ada 1000 nih WBP kita yang ngga bisa menunjukkan NIK mereka, kalau yang 500 ada NIK," tutur Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KRP) Rutan Kelas 1 Cilodong Depok Nu'man Fauzi, kepada RRI, Rabu (28/7/2021).

Terkait masalah tersebut diatas lanjut Fauzi, pihaknya telah meminta bantuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok agar dilakukan perekaman data WBP untuk mendapatkan NIK.

"Kami sudah koordinasi ke Disdukcapil agar dilakukan rekam data WBP biar punya NIK. Mohon Disdukcapil membantu agar bisa cepat selesai," kata Fauzi.

Terpisah, Kepala Disdukcapil Kota Depok Nuraeni Widayatti membenarkan pihaknya sudah menerima surat permohonan tracing data atau rekam data kependudukan WBP Rutan Depok yang belum memiliki NIK untuk kepentingan vaksinasi.

Nuraeni mengatakan pihaknya sudah meminta pihak rutan untuk mengirim foto diri WBP agar dilakukan penelusuran Biometrik untuk identifikasi data kependudukan WBP yang dimaksud di Disdukcapil untuk mendapatkan datanya.

"Ini kan masih PPKM Level 4, kami sudah minta Rutan Depok mengirimkan foto wajah penuh WBP yang belum punya NIK biar kami cek di Disdukcapil berdasarkan foto itu," kata Nuareni saat di konfirmasi RRI.

Setelah Disdukcapil dapat mengidentifikasi NIK WBP yang bersangkutan dari Biometrik, pihaknya kata Nuraeni akan melaporkan hasil NIK WBP itu ke Rutan Depok.

Akan tetapi, apabila proses identifikasi melalui Biometrik foto wajah gagal, Disdukcapil, lanjut Nuareni akan melakukan langkah Biometrik yang kedua yaitu dilakukan sidik jari.

"Apabila langkah pertama dan kedua tetap juga ngga ketemu data diri WBP, maka kita akan lakukan perekaman data kependudukan".

"Tapi pak Dirjen Disdukcapil sudah mengingatkan ke kita agar hati hati sebelum dilakukan perekaman data baru WBP, proses identifikasi harus sudah dilakukan secara menyeluruh hingga ke tahap wawancara," tambahnya.

Hal itu, sambung Nuraeni untuk menghindari perekaman data kependudukan baru untuk menghilangkan jejak data kependudukan yang lama.

"Kalau untuk WBP kita memang ekstra hati hati, ini perintah pak Dirjen, ngga bisa main asal rekam begitu saja. Kalau WBP ngga bisa menunjukkan data yang bisa membantu kita melakukan identifikasi data mereka, kita ngga mau melakukan perekaman data baru begitu saja," tegas Nuareni. (RL) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00