Pemkot Depok tambah 7 sekolah baru sekaligus saat PPDB, BMPS: Kami kecewa ngga diajak diskusi

PPDB: FOTO: Ist

KBRN, Depok: Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok kecewa terhadap Wali Kota Depok Muhammad Idris, menambah tujuh SMPN baru sekaligus di Kota Depok pada PPDB 2021/2022. Tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap yayasan swasta yang ada di Depok.

Seperti diketahui, pada PPDB 2021, Dinas Pendidikan Kota menambah 7 SMPN sekaligus. Yaitu SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 30, SMPN 31, SMPN 32 dan SMPN 33.

Padahal, selama periode pertama kepemimpinan Idris sebagai Wali Kota Depok, nihil penambahan SMPN baru. Namun pada awal periode kedua tahun 2021 tiba-tiba terjadi penambahan 7 sekolah (SMPN) baru sekaligus.

"Ketika ada 7 penambahan SMPN baru sekaligus dan dimasa PPDB, tentu menjadi pertanyaan besar sebenarnya. Kenapa sesingkat ini dan sebanyak itu sekaligus. Apakah memang ada ledakan lulusan (SD) sehingga tidak tertampung, nah ini belum kita kaji bersama," ucap Wakil Ketua BMPS Kota Depok Yudi Herawan, kepada RRI, Jumat (23/7/2021).

Yudi melanjutkan, meskipun BMPS keberatan atas penambahan 7 SMPN baru ini. Namun secara teknis pihaknya mendukung upaya Pemkot Depok memfasilitasi lebih banyak siswa lulusan SD di Depok masuk ke sekolah negeri.

"Walaupun kami keberatan tapi secara teknis itu didirikan oleh pemerintah ya kita mendukung. Kenapa? ya itu tadi tujuan kita ini membantu pemerintah yang belum mampu memfasilitasi. Ketika pemerintah mampu memfasilitasi ya lebih baik kan," kata Yudi.

Memang, lanjut Yudi, sejauh ini dampak dari penambahan 7 SMPN baru ini terhadap sekolah swasta belum begitu kelihatan.

"Pasti ada dampaknya, tapi itu akan terukur nanti di akhir Juli atau awal Agustus 2021. Kalau SMP swasta ditanya apakah ada resistensi ya ada. Karenaa itu tadi cukup banyak penambahannya," kata dia.

Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Kota Depok ini mengakui, sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Depok telah berkoodinasi dengan BMPS terkait adanya penambahan SMPN baru ditahun ajaran baru 2021/2022. Akan tetapi, sambung Yudi pada waktu itu Disdik Kota Depok hanya menyebutkan penambahan 4 sekolah SMPN baru.

"Tapi kan ini ngga, faktanya ada 7 sekolah (SMPN) baru. Ini sangat besar dampaknya. Awalnya nambah 4 SMPN sudah koordinasi, nah yang 3 SMPN ini belum," tukas Yudi. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00