FOKUS: #VAKSIN COVID-19

RS Premier Bintaro Dukung Percepatan Pemberian Vanksin

KBRN, Jakarta : CEO RS Premier Bintaro dr. Martha M.L. Siahaan, MARS MHKes menyatakan, pihaknya siap mendukung pemerintah dalam percepatan pemberian vaksin Covid-19. Harapannya, Indonesia bisa segera terbebas dari pandemi yang telah membelenggu hampir dua tahun ini.

“Induk perusahan RS Premier Bintaro yaitu, Ramsay Sime Darby Health Care Indonesia memiliki filosofi, ‘People Caring For People’. Jadi seluruh tim di RS Premier Bintaro siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk Vaksin Gotong Royong ini,” kata Martha melalui siaran persnya yang diterima rri.co.id, Kamis (23/6/2021).

Dikatakan Martha, vaksinasi program pemerintah dan vaksinasi Gotong Royong berprinsip sama, yakni tidak membebankan biaya pada target sasaran. Hanya saja sumber pembiayaan pengadaan vaksin ini berbeda, vaksin Gotong Royong bersumber dari pendanaan mandiri perusahaan yang ingin melakukan vaksinasi gratis kepada karyawannya.

Untuk diketahui, RS Premier Bintaro mendapatkan kesempatan dikunjungi oleh Dinas Kesehatan Tangerang Selatan yang terdiri dari dr. Adhi, dr. Herlina, dr. Agatha dan dr. Nurlaela Sari pada hari Jum’at, 18 Juni 2021 untuk melihat apakah fasilitas RS Premier Bintaro memenuhi syarat atau tidak. 

Team dari Dinkes melakukan pemeriksaan di berbagai lokasi seperti tempat penyimpanan vaksin di farmasi, untuk memastikan apakah kulkas memenuhi standar atau tidak. Kemudian juga melakukan tinjauan ke lokasi vaksinasi termasuk lokasi pendaftaran, skrinning dan tempat observasi. 

Selain itu lanjut dia, yang tidak kalah penting adalah memastikan ketersediaan alat-alat yang wajib ada seperti trolley emergency dimana yang akan digunakan apabila terjadi KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Persyaratan  lain yang harus ada yaitu harus memiliki IGD dan ruang ICU.

Dari hasil tinjauan tersebut RS Premier Bintaro dinilai memenuhi syarat untuk menjadi salah satu rumah sakit penyedia layanan Vaksinasi Gotong Royong.

Alur pendaftaran Vaksinasi Gotong Royong ini yaitu perusahaan mengirimkan proposal kepada KADIN dengan memilih Rumah Sakit yang dimaksud sebagai penyelenggara Vaksinasi Gotong Royong. Kemudian KADIN meneruskan proposal tersebut kepada Bio Farma sebagai penyedia vaksin, lalu Bio Farma menyampaikan ke Dinas Kesehatan, dan Dinas Kesehatan menunjuk Rumah Sakit yang dimaksud untuk menjadi penyelenggara Vaksinasi Gotong Royong bagi perusahaan tersebut.

Menurut dr. Agatha, Apabila Rumah Sakit / Fasilitas Kesehatan sudah menjalani Vaksinasi Gotong Royong, maka sudah tidak dapat melayani vaksinasi program pemerintah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00