Cafe resto hanya take away, Ini pengetatan sejumlah kegiatan respon lonjakan kasus Covid-19 di Depok

Suasa McD pada saat lauching BTS Meal di DTC Depok.

KBRN, Depok: Dengan terjadinya peningkatan jumlah kasus harian positif Covid-19 mencapai 653 kasus pada 20 Juni 2021, sehingga total kasus aktif sebanyak 4.241 orang. Pemerintah Kota Depok melakukan pengetatat sejumlah kegiatan melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimuat dalam Keputusan Wali Kota Depok nomor 443/249/Kpts//Dinkes/Huk/2021. 

Diantaranya, bekerja dari rumah atau WFH 75 persen dan WFO 25 persen untuk ASN, WFH bukan liburan, pusat perbelanjaan/mall/supermarket/midi market/minimarket, beroperasi sampai dengan pukul 19:00 WIB, dengan kapasitas 30 persen.

Pasar rakyat/pasar tradisional beroperasi dari pukul 03:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB, dengan kapasitas 30 persen, restoran/kafe/warung makan/pedagang kaki lima dan sejenisnya, hanya boleh take away atau dibawa pulang, tidak diperbolehkan makan dan minum di tempat. 

"Cafe, restoran, warung makan dan resto hanya boleh take away juga untuk menekan penularan Covid-19 untuk kalangan remaja," ucap Juru Bicara GTPPC Kota Depok Dadang Wihana, kepada RRI, Senin (21/6/2021). 

Kemudian, taman/tempat wisata/wahana keluarga/tempat permainan anak/kolam renang/wahana ketangkasan/bioskop dan sejenisnya untuk sementara ditutup. Aktivitas warga dibatasi sampai dengan pukul 21:00 WIB, kegiatan keagamaan, tempat ibadah hanya untuk ibadah wajib dengan kapasitas maksimal 30 persen. 

"Untuk penguburan jenazah/ takziyah/tahlilan diikuti oleh keluarga maksimal 15 orang. Pengajian rutin, subuh keliling dan ibadah bersama di luar tempat ibadah untuk sementara ditiadakan," tambahnya. 

Selanjutnya, kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan (gedung pemerintah, swasta dan masyarakat), seluruhnya ditutup dan kegiatan rapat, pertemuan, bimtek, workshop dan sejenisnya dilaksanakan secara daring. Kegiatan seni, budaya komunitas dan pertemuan-pertemuan dilaksanakan secara daring

Resepsi pernikahan/khitanan, hanya diperkenankan untuk akad nikah dihadiri keluarga inti maksimal 30 orang dan untuk khitanan 20 orang. Kegiatan olah raga hanya dilakukan yang bersifat mandiri, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring

Penerimaan kunjungan kerja dan perjalanan dinas ke luar Depok untuk sementara dihentikan, untuk tamu keluarga dari luar Depok maksimal 5 orang. Transportasi umum, maksimal 50 persen dengan waktu operasional dibatasi sampai pukul 22:00 WIB. 

Kegiatan-kegiatan lainnya yang mengumpulkan massa dan kegiatan kerumunan, sementara dihentikan. 

Namun demikian pengetatan ini tidak berlalu bagi sektor esensial, seperti fasilitas kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan objek vital. 

"Sektor esensial beroperasi 100 persen dengan pengaturan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya. 

Dibagian lain, Dadang juga melarang menyebarkan informasi hoax dan provokatif, baik yang mengatasnamakan agama, budaya dan yang lainnya. 

Dia menyebutkan, pemberlakuan kebijakan pengetatan PPKM ini disesuaikan dengan periode PPKM Mikro saat ini. Yaitu sampai dengan tanggal 28 Juni 2021 dan akan dievaluasi kembali secara dinamis untuk kebijakan selanjutnya. 

"Pemerintah pusat juga sudah mengumumkan pengetatan PPKM sampai 5 Juli 2021. Nanti setelah 28 Juni Depok akan menyesuaikan dengan kebijakan pusat tersebut," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00