FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Kementan Dorong Wanita Tani Kreatif dan Modern

KBRN, Jakarta :  READSI mendukung penuh kegiatan pelatihan serta peningkatan keterampilan bagi petani di wilayah program, tidak terkecuali kaum wanita yang terkumpul di Kelompok Wanita Tani (KWT). 

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, memastikan bahwa pertanian menjadi sektor penentu di situasi sekarang ini. Selain memastikan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian di bawah komando SYL menjelaskan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Pertanian selama 2020 mengalami penumbuhan. 

Selain itu, Mentan SYL juga menjelaskan bahwa ekspor pertanian memperlihatkan angka yang positif. 

“Di tengah pandemi global, sektor lain mengalami dampak yang besar, tapi saya yakin pertanian bisa terus tumbuh sehingga masalah pangan dan perekonomian nasional bisa baik-baik saja.  Pertanian memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi, di tengah pandemi Covid-19,” tutur Mentan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa penting membangun SDM pertanian yang berkualitas. 

“Menghadapi industri 4.0, detik ini juga saudara-saudara kita di Papua bisa belajar. Gurunya bisa dari Bogor, atau dari Jakarta.  Bahkan beberapa waktu lalu petani dari Sorong dan dari Jayapura melakukan presentasi, membagikan pengalaman bagaimana cara menanam ubi yang bagus melalui virtual,” tegas Dedi.

Lewat READSI yang hadir di 342 desa di 18 Kabupaten serta  tersebar di 6 Provinsi, Kementan mendorong keterlibatan Wanita tani dalam pemenuhan gizi keluarga.

Bersama Penyuluh Pertanian Kecamatan Ogodeide, Agus dan Fasilitator Desa Kamalu, Kasman, melaksanakan Sekolah Lapang (SL) non farm dengan materi kerajinan tangan dari sabut dan batok kelapa untuk dijadikan pot bunga dan hiasan.

“ Program READSI. Dalam hal penjualan kami bekerja sama dengan Badan Usaha Desa (Bumdes) untuk satu pot kami jual Rp 20.000 - Rp. 25.000.”, ujar Agus.

“Ya, READSI memberikan peluang lebih bagi Petani, khusunya ibu-ibu. Ada pun bahan dan alat untuk pembuat aneka pot dari sabut kelapa sangat mudah yaitu sabut kelapa yang kering, lalu kawat ram, gunting pemotong kawat. Semua bahan dapat dipenuhi dengan mudah,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00