Dianggap Eksploitasi Anak, Satpol PP Depok Razia Pengamen Ondel Ondel Keliling

Anggota Satpol PP Kota Depok beri pengarahan kepada pengamen Ondel Ondel saat Razia

KBRN, Depok: Fenomena pengamen jalanan mengunakan alat seni budaya Ondel Ondel kian marak di Kota Depok. Hal ini menyusul larangan Ondel Ondel di DKI Jakarta sejak akhir Maret 2021 lalu. 

Untuk mengantisipasi lonjakan itu, Satpol PP Kota Depok gencar melakukan razia pengamen Ondel Ondel yang beroperasi di Kota Depok. 

"Memang fenomena Ondel Ondel sekarang agak meninggi karena akibat dari Jakarta itu ada larangan. Mereka beroperasi dijalanan itu memang mengganggu ketertiban dan keamanan. Makanya kita lakukan operasi untuk mengurangi saja," kata Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdiany, saat dikonfirmasi RRI, Senin (19/4/2021). 

Selain itu, kata Lienda, mengamen Ondel Ondel keliling dengan mengeksploitasi anak dibawah umur, tidak sejalan dengan program Depok Kota Layak Anak. Dan upaya menghindari bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak (BPTA). 

Hal yang paling memilukan dari kegiatan ini adalah rata-rata mereka memanfaatkan anak dibawah umur untuk menarik iba atau simpatik dari masyarakat. 

"Anak-anak dibawah umur yang terjarig razia, akan diberikan pembinaan, kami bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat Dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok. Masyarakat itu sadar ngga sih, jangan-jangan masyarakat ngga tahu kalau hal itu melanggar," ujarnya. 

Namun demikian, Lienda enggan menyebutkan jumlah anak dibawah umur yang terjaring razia Ondel Ondel oleh Satpol PP Kota Depok. Lienda tidak menapik ada oknum atau sanggar yang menaungi Ondel Ondel tersebut. 

"Ada lima sanggar yang sudah kami temui. Kami sudah memberi teguran dan meminta mereka membuat surat pernyataan agar tidak lagi menggunakan Ondel Ondel sebagai sarana mengamen apalagi memanfaatkan anak-anak didalamnya. Lima sanggar Ondel Ondel itu berada di Pitara, Rangkapan Jaya, Pancoranmas dan Beji," katanya. 

Lienda menegaskan, apabila teguran tersebut tidak di indahkan, maka pihaknya akan memproses mereka (Sanggar) ke tindak pidana ringan (Tipiring). Dan bahkan hingga pemidanaan dengan mengganden Unit PPA Polres Metro Depok jika masih bandel memanfaatkan anak dibawah umur. 

"Ada pidananya untuk eksploitasi anak. Di Polres kan juga ada itu Unit PPA yang khusus nangani kasus seperti ini," ujarnya. 

Dampak lainnya adalah, pengamen Ondel Ondel sangat menggangu pengguna jalan, apalagi saat kondisi macet. Selain membahayakan pengguna jalan, anak-anak pengamen Ondel Ondel keliling pun sebenarnya riskan kecelakaan. 

"Kalau di kesenggol pengendara pengguna jalan bahaya juga kan. Bahaya buat dia dan bahaya buat orang lain," ucapnya. 

Selain pengamen Ondel Ondel keliling, Satpol PP juga kata Lienda merazia silver man yang beroperasi di lampu merah dan Jalan Raya Margonda dan Jalan Raya Juanda. 

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Depok melalui Surat Edaran Wali Kota Depok, Nomor 463/408-DPAPMK, 21 Agustus 2019 lalu sebenarnya sudah melarang menggunakan Ondel Ondel untuk mengamen karena kerap kali mengeksploitasi anak dibawah umur setiap kali beroperasi. 

Surat edaran itu ditujukan kepada Camat se Kota Depok agar melakukan pengawasan rumah singgah Ondel Ondel keliling yang ada di wilayah masing-Masing. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00