Soal Invasi Rusia ke Ukraina, Indonesia Harapkan Semua Pihak Bersikap Tenang

Soal Invasi Rusia ke Ukraina, Indonesia Harapkan Semua Pihak Bersikap Tenang
img_20220620_wa0146.jpg

Deskripsi Gallery

KBRN, Jakarta : Pilihan Indonesia hanya bersikap bebas dan aktif mewujudkan perdamaian dunia menuju masyarakat berkeadilan sosial, yang dalam hal ini urgen dicari solusinya dalam peperangan di Ukraina. 

Setidaknya lima tokoh yang diwawancarai secara terpisah menegaskan hal tersebut. Mereka antara lain diplomat senior dan mantan wakil menlu, Dino Patti Djalal; Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti; anggota Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Syafiq Ali; pengamat pertahanan Connie Rahakundili Bakrie, serta wartawan senior dan mantan pimpinan redaksi majalah TEMPO, Bambang Harimurty.  

Dino Patti Djalal pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), lembaga swadaya hubungan internasional terbesar di Asia Tenggara menegaskan, dalam peperangan dan kehancuran yang terjadi akibat invasi Rusia ke Ukraina, Indonesia tidak punya pilihan kecuali mengupayakan segera berakhirnya perang. Indonesia. 

Dukungan yang kuat juga diberikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu’ti. Menurut Prof Mu’ti, Muhammadiyah sangat mendukung perjuangan rakyat Ukraina dalam menegakkan kedaulatan yang memang menjadi hak mereka. 

Sementara tokoh muda anggota PBNU Syafiq Ali menegaskan perlunya langkah-langkah strategis dan segera dari komunitas internasional, termasuk Indonesia, agar peperangan tersebut segera berakhir. 

Di sisi lain, mantan Pimpinan Redaksi Majalah TEMPO, Bambang Harimurty, melihat bahwa hubungan baik Indonesia dengan Ukraina telah terjalin lama, lebih dari 30 tahun. Pada hubungan tersebut, kata Bambang, banyak pihak yang melihat adanya semacam ‘utang’ Indonesia terhadap Ukraina, terutama berkaitan dengan dukungan dunia terhadap kemerdekaan Indonesia dari Belanda. 

Pekan lalu Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta menggelar malam peringatan 30 tahun hubungan Ukraina-Indonesia. Pada acara yang semarak tersebut hadir Dirjen Amerika dan Eropa Kemlu, I Gede Ngurah Swajaya; sejumlah politisi aantar lain Meutya Hafid, Maya Rumantir dan Fadli Zon; para tokoh agama seperti Wakil Ketua Umum MUI,KH. Marsudi Syuhud; Sekum PP Muhammdiyah Prof Abdul Mu’ti; anggota PBNU Syafiq Ali; pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie,  hingga tokoh-tokoh bisnis Indonesia-Ukraina. Dalam kegiatan peringatan 30 tahun hubungan Ukraina-Indonesia itu juga digelar pameran lukisan dan penggalangan dana bagi korban perang. 

Gallery Info

  •   Dibuat oleh : Iwan Bagus Irawan
  •   Tanggal : 21 Jun 2022

Share this

FOTO LAINNYA