Covid-19 Tembus 1 Juta, PKS : Harus Perbaiki Kebijakan Terpadu Berbasis Kesehatan

KBRN, Jakarta : Kasus Covid-19 di Indonesia telah mencapai angka 1 juta  memasuki bulan ke-11 sejak kasus pertama diumumkan.

Berdasarkan data yang dirilis Pemerintah per 26 Januari 2021, dengan penambahan 13.094 kasus harian baru, maka total yang terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia mencapai 1.012.350 kasus dengan masih 16.3526 kasus aktif dan 28.468 yang meninggal dunia.

Hal itu membuat Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang jumlah kasus Covid-19 telah mencapai 1 juta kasus.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati, menyatakan pemerintah harus lebih konsisten dengan kebijakan yang diambil dalam penanggulangan Covid-19 ini.

Jika di awal penyebaran Covid-19 Pemerintah terlihat gamang dan tidak konsisten dalam upaya menekan laju penyebaran Covid-19, maka saat ini hal itu tidak boleh lagi terjadi.

"Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus diterapkan secara konsisten. Jangan justru ditengah kebijakan PPKM ini, pemerintah justru membiarkan WNA dari China dalam jumlah cukup banyak masuk ke Indonesia seperti yang terjadi belum lama ini," ujar Mufida di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Mufida menyoroti masih longgarnya pembatasan dalam kebijakan PPKM ini. Bahkan, mobilitas penduduk masih belum cukup ketat dibatasi dan terkesan tidak konsisten.

Selain itu, kata Mufida, aktivitas perkantoran ditetapkan 75% WFH, namun operasional transportasi publik masih sampai malam dan tidak seketat pada saat awal pandemi.

"Pengawasan atas pelaksanaan PPKM juga masih lemah dan kurang didukung penegakan aturan. Sehingga meskipun diberlakukan PPKM, namun kondisi di masyarakat maupun di tempat kerja seperti tidak banyak perubahan. Akibatnya klaster perkantoran tetap bermunculan,” katanya.

“Dalam perpanjangan PPKM, kegiatan pusat perbelanjaan justru diperlonggar dengan diperbolehkan beroperasi sampai jam 20.00 dari sebelumnya jam 19.00," ucap Mufida.

Selanjutnya : Covid-19

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00