Miliki SHGB, PLN Klaim Lahan Eks Hotel Anggrek

KBRN, Jakarta : Sengketa lahan eks Hotel Anggrek di Dusun Dati Sopiamaluang, Ambon hingga saat ini masih berlanjut. Dimana PT PLN Maluku-Malut mengaku pihaknya memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHBG) atas lahan tersebut, yang sebelumnya juga di klaim milik Perusahaan Daerah Panca Karya. Namun, berdasarkan putusan PN Ambon No 21/1950, lahan tersebut milik ahli waris keluarga.

Humas PLN Maluku-Malut, Ramli Malawat membenarkan jika pihak PLN Maluku-Malut memiliki SHGB atas lahan eks Hotel Anggrek. Namun sayangnya Malawat mengaku lupa berapa nomor SHGB tersebut.

“Iya benar kami punya SHGB atas lahan itu juga tapi maaf saya lupa nomor SHGB-nya,” kata Malawat melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/1/2021).

Terkait hal tersebut, Elizabeth R. D. Tutupary selaku kuasa hukum ahli waris eks Hotel Anggrek, Ita Muskita menjelaskan bahwa berdasarkan putusan PN Ambon No 21/1950, gardu hubung A4 milik PLN, berada dalam sebagian kecil objek (Dusun) Dati Sopiamaluang milik ahli waris. 

Dimana diatas lahan itu, gardu hubung telah diterbitkan sertifikat hak guna bangunan milik PD Panca Karya No 99/1990, yang secara hukum PD Panca Karya telah kalah melalui putusan perkara perdata No 103/pdt.G/2012/PN.AB jo No 12/pdt/2014/PT.Amb jo No 3055 K/pdt/2014 jo No 828 PK/Pdt/2017.

Atas perpanjangan SHGB dimaksud, maka Kepala Kantor Pertanahan Kota Ambon telah menjalani hukumannya dengan putusan pidana No 139/Pid.B/2014/PN.Amb atas nama terdakwa Alexius Anaktototy.

“Jika gardu hubung tersebut memiliki sertifikat, maka patut dipertanyakan dasar kepemilikan apa yang dipunyai oleh PLN?,” ujar Elizabeth.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00