PSI Tangsel Harap Pelaku Politik Uang Pendukung Benyamin-Pilar Dihukum Maksimal

KBRN, Jakarta : Willy Prakarsa pendukung calon Walikota kota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor urut 3 Benyamin Davnie Pilar Saga Ichsan mulai duduk di kursi pesakitan.

Willy Prakarsa yang juga Ketua Jari '98, didakwa kasus politik uang. Sidang perdana Willy Prakarsa digelar Senin 23 November 2020 kemarin.

Ketua DPD PSI Tangerang Selatan, Andreas Arie R Nugroho, berharap Willy Prakarsa dihukum maksimal karena aksinya mencemari politik bersih di Tangsel.

"Kita apresiasi penegak hukum yang sigap dan serius mengusut kasus politik uang ini, kami berharap terdakwa dihukum maksimal karena mencemari politik bersih di Tangsel" ujar Andreas, Selasa (24/11/2020).

Seperti diketahui, pada tanggal 26 September 2020 Willy Prakarsa terekam bagi-bagi uang dan menyatakan dukungan kepada pasangan nomor urut 3 Benyamin Davnie - Pilar Saga Ichsan di Lapangan Bola Rawa Macek, Ciater, Serpong, Tangsel.

Atas aksinya itu, Willy Prakarsa ditetapkan sebagai tersangka kemudian terdakwa. "Aksi bagi-bagi uang untuk mendukung paslon menjadi preseden buruk bagi masa depan Tangsel yang sebelum ini sudah dicemari dengan kasus korupsi Chaeiri Wardana alias Wawan dan Atut Chosiyah," kata Andreas.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Willy Prakarsa, Pendukung Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan itu dinilai melanggar Pasal 187A Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016.

Terdakwa terancam pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00