Agar Tidak Menjadi Sapi Perahan, Hentikan Bancakan di BUMN

Koordinator Komite Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (KAMAK) Usra Wailung

KBRN, Jakarta: Persoalan yang terus mencuat di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi sorotan publik.

Koordinator Komite Aksi Mahasiswa Anti Korupsi (KAMAK) Usra Wailung menyatakan sudah saatnya salah kelola dan manajemen asal-asalan di perusahaan plat merah dihentikan disertai upaya pembenahan total.

"Saat ini Menteri BUMN Erick Thohir menghadapi tiga perkara sekaligus, yaitu benang kusut pengelolaan yang telah berlangsung sejak lama, tekanan kelompok interest yang terus menitipkan kepentingan di masa kini, serta tantangan BUMN bertahan di tengah pandemi yang memukul semua sektor ekonomi," tegas aktivis kelahiran Buru, Maluku ini dalam rilis yang diterima RRI (7/8/2020) .

Seperti diketahui, ungkap Usra, sejumlah masalah terus mendera BUMN, Asabri diberitakan merugi hingga 10 triliun, sebelumnya Jiwasraya juga dinyatakan tidak mampu membayar klaim nasabah 13,7 triliun akibat mis-manajemen. Sorotan juga tertuju pada skema rencana privatisasi beberapa anak usaha Pertamina, kerugian di BPJS Kesehatan yang memaksa pemerintah menaikkan iuran peserta, hingga pengumuman kerugian besar Garuda Indonesia akibat pandemi virus corona.

Menteri BUMN yang berlatar belakang pebisnis sukses, bukan dari partai politik, harus melakukan langkah berani dan konsisten

Usra menekankan, BUMN merupakan pilar ekonomi nasional yang harus dikelola secara prudent tanpa mengesampingkan azas pemanfaatan secara maksimal dalam pelayanan publik.

"Jangan sampai agenda pelayanan publik ini jadi alasan mengapa banyak BUMN merugi, padahal alasan sesungguhnya adalah ketidakprofesionalan pengelolaan serta banyaknya penyamun di dalam tubuh BUMN," tandas alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Selanjutnya : Agar Tidak Menjadi Sapi Perahan, Hentikan Bancakan di BUMN 

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00