Saksi Ahli : Persidangan Antara PT DBG dan PT GPE, Tidak Terpenuhi Unsur Kasus Pidana

KBRN, Jakarta: Sidang kasus dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Komisaris PT. DBG Robianto Idup dan Dirut Iman Setia Budi kembali digelar oleh pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (6/8/2020) kemarin sore.

Sidang kali ini mendengar keterangan saksi ahli dari Polisi, Dian Andriawan Daeng Tawang tentang kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh Herman Tandrin Direktur Utama PT GPE terhadap terdakwa Direktur Utama Iman Setiabudi dan Komisaris Robianto Idup dari PT DBGDalam keterangan saksi ahli poin-poin yang disampaikan adalah kasus tersebut sebenarnya merupakan sebuah kasus perdata dan tidak memenuhi unsur pidana.

Kita juga harus melihat perbuatan itu, kalau sebelum itu pidana dan kalau sesudah maka itu perdata, karena kalau penipuan maka 4 unsur delik itu harus dipenuhi

"Dan bila terjadi masalah seperti ini, maka harus didahulukan masalah perdatanya," kata saksi ahli. 

Dian melanjutkan jika 4 unsur Pasal penipuan dan Pasal penggelapan tidak terpenuhi maka kasus tersebut adalah perdata.

Selanjutnya : Saksi Ahli : Persidangan Antara PT DBG dan PT GPE, Tidak Terpenuhi Unsur Kasus Pidana

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00