Polisi Diminta Usut Pelaku Hoax dan Fitnah Terhadap Haris Pertama

KBRN, Jakarta : Kongres ke-XVI Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) di Maluku Utara, mendapat gangguan dalam hal pemerasan dan upaya fitnah yang ditujukan kepada Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama.

Upaya fitnah kepada Haris Pertama tersebut disebarkan dalam bentuk flyer yang disebarkan pada Group WhatsApp "Eksponen Pemuda Indonesia". Isi fitnah itu menyerang karakter Haris Pertama dan mengajak pemboikotan kongres di Kota Ternate ini.

Menanggapi hal itu, Haris berharap jajaran kepolisian agar mengusut semua oknum yang menyebarkan berita hoax yang telah merugikan seluruh pemuda Indonesia dan memprovokasi perpecahan di kalangan pemuda.

"Saya berharap jajaran kepolisian agar mengusut semua oknum yang ada dalam grup WhatsApp Eksponen Pemuda Indonesia, yang menyebarkan dan meneruskan berita hoax dan fitnah keji serta perpecahan pada kaum pemuda Indonesia," ujarnya, Kamis (19/5/2022).

Menurut Haris, penindakan dari pihak kepolisian kepada oknum tersebut sangat penting, agar menjadi pelajaran bagi siapapun untuk menjaga persatuan dan kesatuan pemuda. "Khususnya kalangan pemuda sebagai generasi masa depan bangsa," kata Haris.

Menanggapi fitnah yang ditujukan kepada Ketua Umum Haris Pertama, Ketua Steering Committee (SC) Choir Syarifudin akan melaporkan kepada pihak kepolisian, karena yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu dapat merusak nama baik DPP KNPI.

"Kita akan laporkan secara resmi kepada pihak kepolisian, karena sebagaimana diketahui kongres ini begitu diapresiasi oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, yang hampir setiap hari datang dan melihat semangat pemuda untuk melaksanakan kongres dengan baik," ucap Choir Syarifuddin.

Senada dengan Ketua SC, Ketua Penyelenggara Amin Ngabalin menegaskan tidak benar berita hoax dan fitnah keji yang menyudutkan sosok Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama.

"Ini merupakan hoax dan fitnah keji yang merusak citra nama baik Haris selaku ketua umum DPP KNPI maupun sebagai warga negara Indonesia, dan merugikan nama baik organisasi KNPI itu sendiri," pungkas Amin Ngabalin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar