Polisi diminta Usut Tuntas Dugaan Kasus Modus Cek Kosong

KBRN, Jakarta: Tim kuasa hukum kasus dugaan penipuan yang dilakukan Feri Faisal warga Jalan Krukut Raya, RT 002/RW 007, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis (27/1/2022) mendatangi Polrestro Depok. Mereka meminta agar Polisi segera menetapkan Feri sebagai tersangka, karena kasusnya dinilai sudah memenuhi unsur. 

Koordinator kuasa hukum Imang Halim, Siprianus Edi Hardum mengatakan, Polrestro Depok hendaknya segera menuntaskan penyelidikan dan penyidikan kasus dugaan tindak pidana penipuan dengan modus cek kosong yang dilakukan terlapor.

“Pak Kapolres hendaknya segera menaikkan kasus ini ke tingkat penyidikan dan segera tetapkan tersangka,” kata Edi di Jakarta, Rabu (26/1/2022). 

Lebih lanjut Edi menegaskan, bahwa pihaknya telah mengirim somasi kepada Feri Faisal sebagai terlapor pada 17 Januari 2022 agar terlapor serahkan uang sebagai pengganti cek nomor HR 648982 senilai Rp 700.000.000 (tujuh ratus juta rupiah) kepada kliennya Imang Halim dalam tempo tiga hari sejak 17 Januari 2022.

Sementara itu, Anggota kuasa hukum lainnya Elias Sumardi Dabur mengatakan, kasus tersebut berawal dari transaksi dua bidang tanah di Kelurahan Rangkapan Jaya seluas 800 meter persegi senilai Rp 1 miliar dengan FF sebagai terlapor. Atas transaksi tersebut  ditindaklanjuti dengan pembayaran uang muka senilai Rp 300 juta, serta sisa pembayaran Rp 700 juta disepakati menggunakan cek.

"Klien kami Imang Halim tidak curiga saat menerima cek dari FF (Feri Faisal) di kantor notaris yang di Jalan Cinere Raya Depok lantas diikuti dengan menitipkan sertifikat tanah kepada pihak notaris. Persoalan baru muncul setelah cek tersebut ingin dicairkan ternyata tak ada dananya," kata Elias.

Elias mengutip kliennya Imang, mengatakan, sesuai kesepakatan memang uang tanda jadi sebesar Rp 300 juta bakal hangus kalau transaksi batal dilaksanakan. Persoalannya saat ini satu sertifikat sudah berada di tangan Feri Faisal, sedangkan satu sertifikat lainnya masih dipegang notaris padahal uang Rp 700 juta sampai saat ini belum bisa dicairkan. Pihak bank saat itu sudah menghubungi Feri Faisal. 

Ketika dihubungi Feri Faisal meminta waktu  pembayaran pelunasan tanah diundur dengan dalih menunggu urusan bisnisnya cair.Waktu terus berlalu hingga sampai di bulan Agustus 2021, Feri Faisal belum juga melunasi kewajibannya.

“Merasa dirugikan dan ditipu, bahkan SHM tanah tanpa sepengetahuan dirinya telah dibalik nama atas nama yang bersangkutan  di notaris, padahal pelunasan belum dilakukan, Imang melaporkan Feri Faisal dengan dugaan  tindak pidana penipuan yang dialaminya  ke  Polres Metro Depok,” kata Elias.

Laporan diterima dengan Nomor : LP/B/1701/IX/2021/SPKT/Polres Metro Depok/Polda Metro Jaya tertanggal 2 September 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar