Korban Penipuan Indosurya Minta Bantuan Jaksa Agung

KBRN, Jakarta : Korban KSP Indosurya mengaku kecewa dengan kinerja Kejaksaan Agung. Sebab, sudah dua kali berkas perkara dilimpahkan Mabes Polri ke Kejaksaan Agung. Namun, selalu dikembalikan ke kepolisian, dan minta penuhi petunjuk.

Kabid Humas LQ Indonesia Lawfirm Sugi menilai hal seperti itu membuat keadilan sulit didapat di Indonesia. "Pidana penipuan massal yang dilakukan terhadap ribuan korban dan kerugian belasan triliun, tidak kunjung di P21 oleh Kejagung," ujarnya di Jakarta, Senin (6/12/2021).

H, seorang korban Indosurya yang dirugikan puluhan miliar menyatakan, hanya LQ Indonesia Lawfirm yang gencar mendorong kasus Indosurya.

"Berkat perjuangan LQ melalui demo, berkas mandek di Mabes Polri sudah berjalan sejak April 2021, namun kini mandek di Kejagung. Sulitnya mencari keadilan di Indonesia," katanya.

Korban Indosurya lainnya, Daniel juga menyatakan kekecewaannya. "Jaksa Agung Pak Burhanudin tolong kami, mustahil perkara sepele justru mandek di pemenuhan berkas lengkap," ucapnya.

Adi Priyono selaku pelapor LP Indosurya juga mengungkapkan kekecewaan dalam mandeknya kasus Indosurya di Kejaksaan Agung.

"Sudah dua kali paling sedikit berkas itu bolak balik, SPDP kan ada waktunya, jadi jelas bolak baliknya berkas Perkara Indosurya sangat merugikan pelapor dan para korban pidana Penipuan dan perbankan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar