Kejurnas Equestrian 2021 Dianggap Janggal

KBRN, Jakarta : Kejuaraan Nasional Equestrian 2021, yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 8 hingga 12 Desember 2021 di Markas Detasemen Kaveleri Berkuda, Parongpong  Bandung Barat, Jawa Barat,  menuai kecamatan pedas dari salah satu mantan wakil ketua umum Persatuan Olahraga raga berkuda seluruh Indonesia Pordasi Jose Rizal Partokusumo. 

Pria yang juga mantan atlet taekwondo nasional ini melihat kejanggalan dalam penyelenggaraan kejuaraan kali ini, dimana warga negara asing turut ambil bagian dalam perhelatan acara pertandingan di kelas equestrian. Hal ini tidak dialami selama dirinya menjabat sebagai pengurus di Induk olahraga berkuda. 

" Lebih dari sepertiga usia  bahkan hampir setengah usia saya hidup dalam dunia Olahraga, baik terjun langsung sebagai Atlet Nasional mewakili Indonesia dalam berbagai Event International, juga sebagai Pengurus Pusat Induk Olahraga Berkuda dan baru kali ini saya menemukan WNA (Warga Negara Asing) diperbolehkan mengikuti Kejuaraan Nasional Equestrian 2021 yang akan datang ini" 

Pria yang pernah menjabat sebagai  wakil ketua umum PP Pordasi selama 2 periode ini menambahkan"Rasa penasaran saya menggiring untuk membuka Kitab Suci Dunia Olahraga yaitu Undang-Undang No. 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Peraturan Pemerintah No. 16 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Nasional, untuk mencari Referensi apakah diperbolehkan Atlet WNA mengikuti Kejuaraan Nasional Olahraga.Dari penelusuran tersebut saya tidak menemukan satupun Pasal/Artikel/Ketentuan yang memperbolehkan WNA mewakili suatu Daerah sebagai Olahragawan bertanding dalam Kejuaraan Nasional"

Selanjutnya Jose Rizal mengingatkan bahwa, kejuaraan Nasional adalah bagian dari Kegiatan Pembinaan Berjenjang yang melibatkan Dana dalam Jumlah Besar yang mengucur melalui APBD/APBN, yang diawali sejak lingkup wilayah terkecil seperti tingkat desa, kecamatan, kota atau kabupaten, provinsi atau daerah, sampai dengan puncaknya Pekan Olahraga Nasional (PON) empat tahunan, dimana hasil dari masing-masing wilayah dan seterusnya pada tingkat nasional maka Juaranya diberi Predikat Juara Nasional dan yang lainnya terdata menjadi Ranking Nasional, yang mereka merupakan Cikal Bakal kumpulan Atlet yang akan diseleksi sebagai Atlet Nasional mewakili Indonesia dalam Event International.

"Bagaimana ceritanya kalau WNA yang menjadi Atlet Nasional Imdonesia?? Dunia International pasti tidak akan menerimanya, karena salah satu syaratnya adalah Passport yang dikeluarkan oleh Negara asalnya.Induk Olahraga dalam ini PP Pordasi tidak bisa beragumentasi bahwa hal ini berdasarkan konsensus anggotanya pada Rakernas dan dituangkan dalam Peraturan Organisasi (PO), karena semua Peraturan, bahkan AD ART Organisasi sekalipun tidak bisa bertolak belakang dengan UU atau PP yang diterbitkan oleh Pemerintah, juga yang tertinggi UUD 45, dimana mereka secara strata kedudukannya lebih tinggi dari Peraturan Organsasi, yang tujuannya mengatur kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi" . 

Dirinya pun mengaku prihatin karena apabila Peraturan yang mengijinkan WNA tersebut tidak dicabut, maka terbayang adanya Saudara WNI yang akan terdholimi karena tercabutnya Haknya bertanding mewakili suatu daerah, bahkan yang paling ekstrim tercabut haknya menikmati dukungan pembinaan daerah atas potensi yang selama ini diperjuangkan olehnya. Sementara ironisnya ada WNA yang akan menikmatinya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar