Kejaksaan Periksa 50 Saksi Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Sepatu PDL dan Pemotongan Gaji Dinas Damkar Depok

Mako Dinas Damkar Kota Depok. FOTO RRI/Rido Lingga

KBRN, Depok: Kejaksaan Negeri Kota Depok telah menunjuk sebanyak 8 Jaksa untuk melakukan penyidikan terhadap dua kasus tindak pidana korupsi, mark up dan penyalahgunaan wewenang pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok yang sedang di dalami seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Depok. 

Dua perkara tersebut adalah pertama, penyidikan terkait dengan pengadaan seragam dan sepatu PDL. Dan kedua, adalah terkait penyidikan tentang pemotongan gaji tenaga honorer untuk iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. 

"Untuk perkara terkait Damkar Kota Depok ada dua surat penyidikan, yang pertama penyidikan terkait dengan pengadaan seragam dan sepatu PDL, itu surat perintah penyidikan pertama. Surat perintah penyidikan kedua, adalah terkait penyidikan tentang pemotongan gaji. Jadi Pak Kajari Sri Kuncoro telah menunjuk 8 Jaksa Penyidik untuk mendalami dua kasus itu," ucap Kasie Intelijen Kejari Kota Depok Andi Rio Rahmat, kepada RRI, Rabu (27/10/2021). 

Selanjutnya, kata Andi Rio, ke 8 Jaksa Penyidik ini ditugaskan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang sah untuk menemukan tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu Jaksa Penyidik juga tengah mengumpulkan alat bukti berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan Tersangka/Terdakwa. 

"Jadi Jaksa penyidik saat ini sedang melakukan pengumpulan alat bukti untuk menentukan tersangka atas dua kasus diatas. Dalam pengumpulan alat bukti ini, Jaksa Penyidik tentunya harus sesuai dengan pasal 1 Nomor 2 KUHAP), dan pasal 184 Ayat (1) KUHAP yaitu keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan Tersangka/Terdakwa," ujarnya. 

Andi Rio menyebutkan, sejak kasus ini dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan pada 17 September 2021 lalu. Jaksa Penyidik seksi Pidsus telah melakukan panggilan sebanyak 50 saksi. 

"Jadi sejak dua kasus itu dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan, Pidsus sudah memeriksa 50 saksi. Disaat yang sama tim Jaksa Penyidik juga mengumpulkan alat bukti surat, dan telah berkordinasi kepada ahli," tambah Andi Rio. 

Informasi yang berhasil dihimpun RRI, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Gandara Budiana terakhir diperiksa Kejaksaan pada Kamis (14/10) lalu. 

Belum ada keterangan resmi dari pihak Kejari Depok siapa-siapa sajakah 50 orang saksi yang sudah diperiksa Jaksa Penyidik pasca dua kasus itu naik ke tahap penyidikan. 

Sebagai informasi, ada tiga kasus tindak pidana korupsi, mark up dan penyalahgunaan wewenang pada Dinas Damkar Depok yang didalami Seksi Intel dan dilanjutkan oleh Seksi Pidsus Kejari Depok. Yaitu pertama, kasus pengadaan seragam dan sepatu PDL, kedua kasus pemotongan gaji tenaga honorer untuk iuran BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, dan ketiga kasus pemotongan uang insentif Covid-19 penyemprotan cairan disinfektan dan war war. 

Namun, dari ketiga kasus diatas, hanya dua yang naik ke tahap penyidikan oleh Kejari Depok. Sedangan kasus pemotongan uang insentif Covid-19 penyemprotan cairan disinfektan dan war war masih tertinggal dibelakang?. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00