Ditetapkan tersangka kesalahan kerja, Operator Crane proyek PDAM Depok tidak ditahan Polisi

Crane proyek PDAM Depok terguling timpa 2 rumah dan lukai 3 warga, Jumat (15/10).

KBRN, Depok: Meskipun sudah ditetapkan tersangka dan dijerat dengan pasal 360 KUHP tentang kasalahan kerja. Polres Metro Depok tidak melakukan penahanan terhadap operator Crane proyek PDAM Tirta Asasta Kota Depok yang terguling menimpa rumah warga dan menyebabkan korban luka-luka. 

"Kasus tergulingnya Crane proyek PDAM Depok sudah kita tetapkan satu orang tersangka yaitu operator Crane," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Depok Metro Depok, AKBP Yogen Heroes, di Mapolres Depok, Rabu (20/10/2021). 

Kata Yogen, Crane poyek PDAM itu terguling saat tengah mengerjakan pembongkaran tower air PDAM di Perumnas 1, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Diduga konstruksi penyanggah Crane tidak kuat menahan beban menyebabkan Crane miring ke kanan dan terguling. 

"Kesalahan konstruksi ada pada penyanggah alat berat Crane, sehingga menyebabkan miring ke kanan dan terguling menimpa dua rumah warga dan menyebabkan 3 warga penghuni rumah tersebut alami luka-luka," jelas Yogen. 

Alasannya, Polres Metro Depok tidak menahan tersangka karena khawatir nantinya akan terkendala dengan waktu penahanan. Sedangkan Polres masih harus menunggu hasil olah TKP peristiwa tergulingnya Crane proyek PDAM itu dari tim puslabfor mabes Polri. 

"Kalau tersangka ditahan nanti terkendala dengan waktu penahanan. Makanya kita ganti wajib lapor aja setelah ditahan 1x24 jam. Kami masih menunggu hasil olah TKP Puslabfor Mabes Polri," ungkap Yogen. 

Lebih lanjut, Yogen menyebutkan, apabila dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan akan ada penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini setelah ada hasil dari Tim Puslabfor Mabes Polri. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00