Kisruh Perusahaan Grup Kopi Kapal Api Memasuki Babak Baru

KBRN, Jakarta: Masalah di tubuh perusahaan Grup Kopi Kapal Api belum selesai. Bahkan, kisruh antara para Direksi dan Komisaris PT Kahayan Karyacon memasuki babak baru.

Setelah sebelumnya Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto selaku Komisaris PT Kahayan Karyacon yang juga adalah istri dan anak Soedomo Mergonoto selaku pemilik Kapal Api Grup melaporkan Direksi Kahayan Karyacon ke Mabes Polri atas dugaan penggelapan dalam jabatan.

Kali ini giliran Direktur Utama PT Kahayan Karyacon yang melaporkan balik Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto di Polda Banten dalam dugaan Pidana Penggelapan dan atau Penggelapan dalam jabatan pasal 372 atau 374 KUH Pidana, dalam Laporan Polisi No TBL/B/364/IX/2021/ SPKT I DIRKRIMUM /POLDA BANTEN Tanggal 29 September 2021.

"Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto diduga menggelapkan aset perusahaan PT Kahayan Karyacon kurang lebih Rp3 Miliar, kami sudah berikan bukti permulaan ke Polda Banten dan saya selaku Pelapor langsung diklarifikasi agar Laporan Polisi (LP) bisa segera di proses," ujar Advokat Adi Gunawan dari LQ Indonesia Lawfirm, Sabtu (16/10/2021).

"Ancaman pidana pasal 374 KUHP adalah 5 tahun penjara. Kami tegaskan tidak boleh ada yang merasa kebal hukum, para pemilik Grup Kopi Kapal Api juga harus mengikuti proses hukum, akan kami kawal kasus ini," tambah Adi Gunawan.

Sementara itu, Christeven Mergonoto pun menanggapi laporan polisi (LP) oleh advokat Adi Gunawan tersebut. "Nanti saja tim lawyer kami akan menyampaikan penjelasan. Kami baru tahu bahwa dilaporkan ke polisi," ucap Christeven.

PT Kahayan Karyacon didirikan di bulan November 2012 oleh Mimihetty Layani, Christeven Mergonoto selaku Komisaris dan Chang Sie Fam, Erry Biyaya, Feliks dan Leo Handoko selaku para Direksi.

Awalnya, Mimihetty mengaku melaporkan para Direksi perusahaan karena mereka tidak pernah memberikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen, sehingga merasa dirugikan dan meminta pertanggungjawaban modal perusahaan yang mereka setor.

Christeven Mergonoto yang merupakan anak Mimihetty Layani dan Soedomo juga diketahui adalah Direktur Kapal Api. Keluarga Soedomo ini adalah pemilik Grup Kapal Api yang mendistribusikan kopi kapal api di Indonesia.

Sementara, Advokat Franziska Martha Ratu Runturambi membantah tuduhan Mimihetty tersebut. "Tuduhan Mimihetty jelas tidak beralasan, justru Mimihetty Layani dan Christeven Mergonoto yang meminta jangan ada laporan keuangan karena sebagai pemilik kapal api, mereka tidak mau keuangan mereka terlacak, diduga mereka mau menghindari pajak," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00