SDR: Formula E Berpotensi Langgar Hukum

KBRN, Jakarta : Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E dinilai berpotensi melanggar hukum dan terjadi tindak pidana korupsi.

Sebab, dana yang mencapai triliunan rupiah itu sudah diberikan kepada FEO Ltd selaku promotor dan pemegang lisensi Formula E. Sementara, penyelenggaraan balapan mobil itu belum terlaksana, bahkan terancam batal.

Pemprov DKI Jakarta juga sudah menunjuk PT Jakpro sebagai penyelenggara untuk melakukan MoU atau perjanjian kerjasama dengan panitia Organizer formula E Organizer (FEO).

Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto mengatakan bahwa pembayaran komitmen fee oleh Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta menimbulkan potensi lost Rp 560 miliar dari total dana yang sudah diterima panitia penyelenggara.

Menurut Hari, anggaran sebesar itu digelontorkan tanpa dasar hukum yang jelas. "Melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2019," ujar Hari dalam diskusi virtual bertema "Formula E : Promosi, Interpelasi, Korupsi, di kawasan Jakarta Pusat, Jum'at (24/9/2021).

Hari pun merinci pembayaran Commitment Fee Formula E berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) Dispora DKI kepada FEO.

"Pertama pada 23 Desember 2019 sebesar £ 10.000.000 (Rp.179.379.157.255,-), Kemudian pada 30 Desember 2019 sebesar £ 10.000.000 (Rp. 180.620.842.000). Terakhir, pada 26 Februari 2021 sebesar £ 11.000.000 (Rp. 200.310.000.000). Total CF yang telah dibayarkan sebesar Rp 560.309.999.255,-," papar Hari.

Dia menilai, anggaran yang bersumber dari APBD-P itu perlu diselamatkan untuk kepentingan rakyat. "Jangan sampai hilang begitu saja. Sementara penyelenggaran Formula E belum jelas nasibnya, apakah akan berjalan atau tidaknya," katanya.

Apalagi, lanjutnya, DPRD DKI yang dimotori Fraksi PSI (Partai Solidaritas Indonesia) mengajukan hak interpelasi untuk meminta keterangan kepada Gubernur DKI Jakarta mengenai penyelenggaraan Formula E.

Selanjutnya : Formula E

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00