Terdakwa asusila Angelo di Depok didakwa JPU dengan dua pasal

Kasi Intel Kejari Depok Andi Rio Rahmat.

KBRN, Depok: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok telah menunjuk AB Ramadhan, sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara atas nama terdakwa Lukas Lucky Ngalngola Alias Bruder Angelo (47) tahun. 

JPU mendakwa terdakwa dengan 2 pasal alternatif atas kasus perkara pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Kepala Kejari Kota Depok Sri Kuncoro, melalui Kasi Intel Andi Rio Rahmat, mengatakan JPU telah membacakan dakwaan terhadap yang bersangkutan dihadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Depok pada sidang pembacaan dakwaan yang dilakukan secara virtual, Rabu (22/09).

“Sidang Perkara tersebut ditunda oleh Majelis Hakim pada tanggal 6 Oktober 2021, dengan agenda eksepsi dari penasehat hukum atas surat dakwaan yang didakwa penuntut umum,” tutur Andi Rio, kepada wartawan, Jumat (24/09/2021).

Terdakwa Angelo telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Kelas 1 Depok sejak proses penyidikan 14 April 2021, hingga saat ini. Kasus ini, baru memasuki poses penuntutan yang dilakukan oleh JPU dan diperpanjang oleh Pengadilan Negeri Depok.

Lukas didakwa dengan dua pasal alternatif yakni pasal 82 Ayat (2) Undang-Indang RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Selain itu, atau dengan Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. 

"Dalam dua pasal alternatif tersebut, terdakwa diancam pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta apabila terbukti terdakwa yang melakukan perbuatan cabul termasuk orang tua, wali, pengasuh anak, pendidik atau tenaga kependidikan maka ancaman pidananya ditambah sepertiga," tutup Andi.

Seperti diketahui, Angelo mencabuli anak-anak panti asuhannya sendiri, Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani, pada tahun 2019.

Kuasa hukum korban, Judianto Simanjuntak, menyebutkan bahwa salah satu kasus pencabulan yang terungkap adalah pelecehan seksual di dalam toilet kantin pecel lele. Ketika itu, Angelo sedang makan bersama korban di sana.

Namun, bukan hanya satu kasus ini pencabulan yang dilakukan oleh Angelo.

Ia kadung kondang sebagai "sang kelelawar malam". Julukan itu disematkan padanya karena ia sering "berburu" anak-anak panti asuhan pada malam hari.

Para korban jarang yang berani bersuara karena Angelo memanfaatkan relasi kuasa di antara mereka, di mana Angelo berperan sebagai "bruder", sedangkan anak-anak itu sebagai penerima layanan panti asuhan Angelo

Bahkan, di luar panti asuhan pun, Angelo juga beraksi. Kasus percabulan lainnya didalam angkot.

Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani sekarang ditutup, seiring penangkapan Angelo pada 2019 silam. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00