Tidak ditahan, kasus pelanggaran prokes PPKM Darurat dilimpahkan ke Kejari Depok

Kasi Intelijen Kejari Kota Depok Andi Rio.

KBRN, Depok: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menerima tahap 2 tersangka dan barang bukti kasus Gelar Pesta Pernikahan Saat PPKM Darurat, dengan tersangka berinisial S, di Ruang Tahap 2 Kejari Depok, pada Kamis (23/09).

Tersangka S merupakan Lurah pada Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

"Lurah S telah ditetapkan sebagai tersangka usai menggelar acara resepsi pernikahan di hari pertama penerapan PPKM Darurat pada 3 Juli 2021 lalu," kata Kasi Intel Kejari Kota Depok Andi Rio, Jumat (24/9/2021).

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 14 UU RI No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan atau Pasal 212 KUHP dan atau Pasal 216 KUHP.

Jaksa Penuntut Umum akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Pengadilan Negeri Depok untuk segera disidangkan.

Andi Rio menyebutkan bahwa penyerahan berkas dan tersangka pelanggaran PPKM Darurat dilakukan setelah pihaknya menetapkan kasus telah P21 atau hasil penyidikan dinyatakan lengkap.

“Setelah proses tahap 2, sesegera mungkin berkasnya akan kita limpahkan ke Pengadilan Negeri Depok untuk kita sidangkan,” ujar Andi Rio.

Meski demikian terhadap Lurah S tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya dibawah 5 tahun pidana penjara. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00