FOKUS: #PPKM MIKRO

PT CSRJ Digugat

KBRN, Jakarta : Perusahaan manufaktur pembuat sepatu merk NIKE di Indonesia yakni PT Chang Shin Reksa Jaya digugat secara Perdata ke Pengadilan Negeri Garut Jawa Barat oleh perusahaan konstruksi PT Han Jin Konstruksi Indonesia lantaran dinilai gagal bayar atau wanprestasi terhadap kontrak yang telah disepakati.

Awalnya perusahaan asal Korea tersebut membuat empat perjanjian konstruksi dengan PT Han Jin selaku kontraktor pada tahun 2019 untuk membangun pabrik pembuatan sepatu merk NIKE di Garut Jawa Barat. Namun setelah PT Han Jin selesai membangun pabrik, PT Chang Shin Reksa Jaya tidak mau menyelesaikan pembayaran hingga Rp. 61 Milyar lebih sesuai perjanjian.

Bahkan untuk meninjau kembali kualitas dan spesifikasi bangunan pabrik, PT Han Jin Konstruksi Indonesia telah menunjuk perusahaan konsultan biaya konstruksi independen D’Quanusa untuk menghitung ulang kuantitas dan kualitas bangunan.

“Berdasarkan laporan D’Quanusa, seharusnya PT Chang Shin Reksa Jaya sudah membayar seluruh kontrak ditambah biaya konstruksi tambahan, dengan total Rp. 238.983.800.000, tetapi PT Chang Shin Reksa Jaya hanya membayar Rp177.028.747.500 yang jumlahnya kurang dari pembayaran harga Semua Kontrak,” kata Christin Nobiantari, General Manager PT Han Jin Konstruksi Indonesia dalam keterangannya, Senin (20/9/2021).

Christin menambahkan, meski dalam kondisi sulit, pihaknya telah menyelesaikan semua proses pembangunan yang disyaratkan dalam semua kontrak pada September 2019. Tak hanya itu, pihaknya juga telah melanjutkan konstruksi tambahan yang diminta oleh pemilik dan menyelesaikan konstruksi tambahan tersebut pada Mei 2020.

Christin Nobiantari, General Manager PT Han Jin Konstruksi IndonesiaKarenanya PT Han Jin Konstruksi Indonesia meminta PT Chang Shin Reksa Jaya segera menyelesaikan kekurangan pembayaran sebesar Rp. 61 Milyar lebih agar permasalahan ini tidak sampai membesar dan merugikan nama PT Chang Shin Reksa Jaya didepan client mereka yakni perusahaan NIKE di Indonesia.

“Kami berharap PT Chang Shin segera menyelesaikan kekurangan pembayaran agar tidak menimbulkan stigma negatif di mata perusahaan NIKE di Indonesia,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00