12 Tahun Pengalaman Pahit, Alvin Lim Ingin Melihat Polda Lebih Baik

KBRN, Jakarta : Pada tahun 2009 lalu Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya (PMJ) sempat menahan Alvin Lim dengan tuduhan penculikan anak dan pencurian handphone.

Padahal, diketahui Alvin Lim datang mengambil anak kandungnya sendiri dengan membawa puluhan aparat kepolisian. Akhirnya, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur memutuskan bahwa Alvin Lim, tidak terbukti melakukan pidana penculikan dan pencurian handphone.

Alvin Lim dalam keterangan persnya menyatakan bahwa aparat kepolisian Polda Metro Jaya tidak bergerak berdasarkan hukum, namun berdasarkan kepentingan tertentu.

Sebagai Polisi, kata Alvin Lim yang saat ini berprofesi sebagai advokat, harusnya tahu hukum bahwa ayah kandung mengambil anak kandungnya bukan pidana penculikan.

“Tapi, agar bisa melakukan penahanan, oknum penyidik dan atasan penyidik Polda Metro Jaya saat itu menambahkan Pasal 328 KUHP tentang penculikan dalam sangkaan, agar saya dapat ditahan,” ujar Alvin yang juga pendiri LQ Indonesia Lawfirm.

Di Kejaksaan, lanjut Alvin, Pasal 328 KUHP tidak digunakan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur yang menangani menyatakan jika tidak ada Pasal 328 KUHP, maka tidak bisa dilakukan penahanan, karena pasal lain yang dimasukkan seperti Pasal 335 dan Pasal 167 KUHP ancamannya di bawah 1 tahun.

“Kalau hanya Pasal 335 dan Pasal 167 tidak memenuhi unsur objektif penahanan, maka oleh oknum Polda Metro Jaya Jatanras dimasukkan pasal penculikan agar saya dapat dilakukan penahanan,” ucapnya.

Setelah 12 tahun pengalaman pahitnya itu, ternyata oknum-oknum Polda Metro Jaya, tidak menjadi lebih baik. “Slogan Indonesia Maju, mau maju kemana? Kejayaan atau maju ke jurang kehancuran,” katanya.

Alvin mengaku, dirinya sudah 2 kali ditahan dan dipenjara di Polda Metro Jaya, dikriminalisasi, bahkan kasus terakhir putusan Mahkamah Agung (MA) menolak tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tidak ada putusan bersalah kepada dirinya.

“Jadi, saya dipenjara tanpa dasar yang cukup. Saya tidak takut dipenjara, karena nyatanya zaman sekarang penjara adalah tempat orang yang mempunyai perbedaan pendapat dan menginginkan Indonesia menjadi lebih baik,” ungkap Alvin.

Untuk itu, dia berharap masyarakat mendukung perjuangan LQ Indonesia Lawfirm yang menolak praktek gratifikasi. “Tolong masyarakat bantu suarakan perjuangan kami. Kami rela berkorban, namun jangan sampai sia-sia pengorbanan kami,” imbuh Alvin.

Setelah 12 tahun, anaknya, Kate Victoria Lim yang disangkakan Polda Metro Jaya diculiknya selaku ayah kandung, kini semakin tumbuh dewasa dan akan menjadi seorang pengacara.

“12 tahun Kate Victoria Lim saya urusi sendiri. Saya sekolahkan sesuai keinginannya, bahkan dia sekarang mau menjadi seorang pengacara,” pungkas Alvin.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00