Prof. Idrus Al Hamid: Indahnya Toleransi Berbasis Kearifan Lokal di Papua

KBRN, Jakarta : Indonesia (Papua) dan Maroko menjadi wilayah dimana keberagamaan mengalami perjumpaan dengan etnisitas. Dan justru agama telah menjadi perekat kehidupan masyarakat.

Maroko dan Indonesia memiliki kesamaan, mempunyai perilaku masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi umat beragama serta menonjolkan sikap keramahtamahan pada kaum non-muslim.

Maroko juga memiliki kerjasama dengan Indonesia sesuai spirit mempererat hubungan antar negara yang menginginkan adanya perdamaian di dunia.

Papua dan Maroko juga memiliki kesamaan hidup penuh kedamaian dan toleransi, serta memiliki tradisi dalam menyelesaikan konflik dengan kearifan lokal.

Dalam Webinar yang diselenggarakan INC TV, terungkap bahwa tidak benar jika Papua hanya dipenuhi dengan konflik, kekerasan, dan keterbelakangan. Seolah-olah kehidupan di Papua sangatlah tidak bersahabat dan menjadi ladang penindasan. Padahal, Papua adalah tempat yang sangat damai dan  harmonis.

Jikalau saja kita mengenal orang Papua dengan lebih dekat, maka akan didapatkan kehangatan sebuah persaudaraan yang tanpa pamrih dan apa adanya.

Mereka memperlakukan orang lain sebagai keluarga, sehingga menjaga harkat, martabat dan kehormatan diri sendiri sama dengan yang dilakukannya untuk orang lain.

“Kenyatan bahwa toleransi yang berkembang di Papua terjadi sampai detik ini menjadi alasan kenapa kami selenggarakan acara ini,” ujar panita penyelenggara dari INC TV, M Taufan, Kamis (29/7/2021).

Acara yang dikemas dalam Webinar Internasional bertajuk “Tolerance in Indonesia (Papua) and Morocca: Experience perspective” ini dimaksudkan agar dunia internasional tidak melihat Indonesia khususnya Papua sebagai negara yang penuh kekerasan, mencekam dan penuh konflik.

Selanjutnya : Papua

Halaman 1 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00