Bukan Masuk Angin, Kasus Korupsi Damkar dilanjut setelah PPKM Level 4

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Raden Gandara Budiana keluar dari Kantor Kejari Depok, Kamis (17/6). FOTO RRI (dok)

KBRN, Depok: Pemeriksaan kasus dugaan korupsi, mark up dan penyalahgunaan wewenang pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mandek karena PPKM Darurat. Hal ini menyisakan tanda tanya disertai kekecawaan dari salah satu pelapor yaitu Sandi Butar Butar.

Pegawai honorer pada dinas tersebut gelisah dan khawatir jika kasus tersebut sampai menguap. Karena Sandi mempertaruhkan integritas dan kebenaran atas apa yang ia coba unggkap adalah benar adanya dan bukan didasarkan oleh motif tertentu.

"Kasus Damkar di Kejaksaan bagaimana ya bang? Ilang," tanya Sandi kepada RRI, Rabu (28/7/2021).

Apalagi Sandi sudah mendapat surat peringatan (SP) dari atasannya karena melaporkan dugaan korupsi pengadaan sepatu PDL tahun anggaran 2018 dan pemotongan uang insentif Covid-19 penyemprotan cairan disinfektan sebesar Rp850 ribu per orang tahun 2020 pada dinas tersebut.

Sejauh ini Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kota Depok telah memanggil 60 an orang untuk dimintai keterangan atas kasus ini. Salah satunya adalah Kepala DPKP Kota Depok Raden Gandara Budiana.

Bersama Gandara ada 2 kepala bidang, kasie, bendahara, staf surat menyurat kadis damkar, kontraktor, staf ASN BKD Depok serta 30 an tenaga honorer Dinas Damkar Depok.

Terakhir Pidsus memeriksa Kadis Damkar Gandara pada pertengahan Juni 2021. 

Proses pemeriksaan terhenti karena terperiksa Gandara dan beberapa Jaksa Penyelidik Seksi Pidsus Kejari Depok terpapar virus Corona.

Saat ini, kondisi Gandara dan Jaksa Penyidik Seksi Pidsus sudah membaik. Namun karena masih masa PPKM Level 4, lagi-lagi kasus tersebut pun harus ditunda.

Terpisah Kasi Intel Kejari Depok Herlangga Wisnu menuturkan usai PPKM level 4 pihaknya akan kembali melanjutkan penyelidikan atas kasus ini.

"Belum dapat kabar kelanjutannya gimana dari Seksi Pidsus. Ini kan sedang PPKM level 4 kita masih fokus di pendampingan penerapan PPKM dulu," ujar Herlangga saat dikonfirmasi RRI di Kejari Depok.

Tapi lanjut, Herlangga mestinya dalam waktu dekat kasus itu sudah akan naik dari penyelidikan ke penyidikan.

"Harusnya sih udah naik. Bentar lagi lah, sabar," imbuh Herlangga. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00