Keji dan Sadis, Jaksa Tuntut Mati Terdakwa Pembunuhan di Depok

JPU Arif Syafrianto dan Rozi Julianto.

KBRN, Depok: Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok membacakan tuntutan pada sidang virtual terhadap 2 terdakwa dalam perkara tindak pidana pembunuhan, Senin (21/6/2021).

Kedua terdakwa adalah Juwana alias Juwan (20) dan Haerudin bin Ace (20).

Baca Juga: Geger, Ada Mayat Dibawah Ubin di Depok

Terhadap Terdakwa Juwana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arif Syafrianto dan Rozi Julianto, menuntut pidana mati sesuai dengan pasal 340 KUHP. Adapun Hal yang menjadi pertimbangkan JPU dalam tuntutannya karena perbuatan terdakwa dilakukan secara keji dan sadis.

"Selain itu perbuatan terdakwa dapat mengganggu stabilitas keamanaan dan memicu terjadinya kerusuhan antar masyarakat terutama keluarga korban dengan keluarga terdakwa," ujar Kasie Intelijen Kejari Kota Depok Herlangga Wisnu, kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Baca Juga: Motif Homoseksual Dibalik Penemuan Mayat di Depok

Hal lainnya yang menjadi pertimbangan JPU, adalah perbuatan warga Cibaid RT01/RW08 Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, ini dalam melakukan pembunuhan yang pertama dan yang kedua tidak memperhatikan keberadaan manusia sebagai mahluk yang beradap.

"JPU dalam surat tuntutannya menyampaikan tidak ada hal yang meringankan. Sehingga kepada terdakwa Juwana ditutut pidanan mati," ucapnya.

Baca Juga: Polisi: Mayat di Kontrakan Depok Kasus Pembunuhan, Pelaku Adalah Adik Korban

Selanjutnya, terhadap Terdakwa Haerudin, JPU menuntut pidana penjara seumur hidup sesuai dengan pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP dan Kedua Pasal 181 KUH Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan yang menjadi pertimbangan JPU menuntut yang bersangkutan seumur hidup karena perbuatan terdakwa dilakukan secara keji dan sadis.

"Perbuatan terdakwa dapat mengganggu stabilitas keamanaan dan memicu terjadinya kerusuhan antar masyarakat terutama keluarga korban dengan keluarga terdakwa," kata Herlangga.

Dan perbuatan Terdakwa warga Kampung Gunung Dahu Kaler RT01/RW06 Kelurahan Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Bogor, ini dalam melakukan pembunuhan yang pertama dan yang kedua tidak memperhatikan keberadaan manusia sebagai mahluk yang beradap.

"Selanjutnya dalam surat tuntutannya JPU menilai tidak ada hal yang meringankan sehingga terdakwa terdakwa dituntut pidana penjara seumur hidup," jelasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita atas kasus ini yaitu, 1 buah keramik bermotif warna hijau, 1 buah ember warna hitam, 1 buah tabung gas ukuran 3 kg, 2 buah palu, 1 buah pahat, 1 buah piring plastic, 1 buah tali tambang warna kuning, 1 buah karpet, 1 buah knalpot sepeda motor, 1 buah potongan rangka besi sepeda motor, 2 buah cangkul.

"Semua barang bukti ini, dirampas untuk dimusnahkan," tandasnya. (RL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00