Baznas Komitmen Sejahterakan Umat

KBRN, Jakarta : Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Prof. Noor Achmad, bertekad menjadi pilihan pertama pembayar zakat dan lembaga utama menyejahterakan umat. Menurutnya, selama ini Baznas telah dijalankan sebagai sebuah kekuatan milik umat yang penuh amanah. Sehingga mendapatkan kepercayaan dari dalam dan luar negeri. 

“Namun semuanya tentu saja juga akan mengikuti perkembangan karena tantangan ke depan semakin banyak dan berat. Maka kami tegaskan pimpinan pada periode ini akan betul-betul memperkuat Baznas sebagai lembaga pemerintah non stuktural yang diberi tugas pengelolaan zakat secara nasional," kata Noor saat menggelar jumpa media secara virtual, Selasa (19/1/2021).

Lebih lanjut dia menegaskan, bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Baznas Provinsi maupun Baznas Kabupaten/Kota di seluruh indonesia, dan lembaga amil zakat yang ada di seluruh Indonesia. Selain itu, dia juga akan menghadirkan berbagai inovasi dalam strategi penghimpunan, penyaluran, pengendalian dan pelaporan sehingga pengelolaan zakat dapat efektif dan efisien. 

Salah satunya, Baznas akan mengembangkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di luar negeri untuk membantu mahasiswa di luar negeri sehingga ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka akan menjadi pejuang Baznas di masa depan.

Adapun target Baznas pada 2025 mendatang adalah dapat mengelola zakat sebesar Rp 5 Triliun atau sebesar 10 persen dari target penghimpunan nasional 2025. Dengan dana tersebut, diharapkan dapat membuat perubahan sosial yang lebih nyata dengan peningkatan kesejahteraan mustahik, dan pada level tertentu mentransformasi mustahik menjadi muzaki.

“Dalam mencapai visi sebagai pilihan pertama pembayar zakat, Baznas akan menguatkan layanan dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Baznas memperluas dan memperkuat syiar dakwah agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati layanan kemudahan berzakat melalui Baznas," ujarnya.

Dari sisi penyaluran ZIS, pada lima tahun ke depan, Baznas berupaya memperkuat pemberdayaan ekonomi menjadi sekitar 30 persen dari seluruh program. Baznas juga merancang berbagai inovasi program pada bidang lain yakni pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00