Pedagang Kuliner Kinanti Building Sambangi Komisi B DKI Jakarta

KBRN, Jakarta :  Paguyuban Pedagang Kuliner Kinanti Building beserta PT. Kinanti Utama Karya (KUK), mendatangi Ketua Komisi B DKI Jakarta, Abdul Aziz, untuk mencari penyelesaian sekaligus mendapatkan perlindungan. 

Manajer Operasional PT. Kinanti Utama Karya, Anang Catur S mengatakan omzet pedagang dikawasan Kinanti Building Jakarta Selatan, mengalami penurunan akibat pandemi COVID-19, sehingga pembayaran sewa lahan tersendat.

"Sejak bulan Maret lalu, kami telah memberikan subsidi kepada para pedagang dalam bentuk pemotongan harga sewa hingga 50%, agar para pedagang UMKM ini dapat melanjutkan usahanya ditengah pandemi," kata Anang di Jakarta, Kamis (3/12/2020/.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdul Aziz mengatakan, setelah mendengarkan informasi dari kedua pihak, Abdul Aziz akan menghubungi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM). Dirinya akan memastikan kepada Dinas PPKUKM untuk mencarikan solusi atas nasib ratusan pedagang kecil di Kinanti Building ini.

“Saya akan bantu kontak Kepala Dinas PPKUKM untuk diperhatikan dan dicarikan solusi terbaik atas permasalahan yang diadukan ini, nanti akan diupdate selanjutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Abdul Aziz mengatakan, pihaknya akan memperhatikan persoalan ini dan akan memediasi diantara pihak-pihak terkait agar mendapatkan solusi terbaik. Selama proses tersebut, Komisi B, dan khususnya Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, akan melakukan fungsi pengawasannya secara intens.

Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo menegaskan pihaknya akan memeriksa dokumen-dokumen perjanjian yang ada. Pihaknya juga akan turun ke lapangan meninjau lokasi pedagang UMKM.

“Dinas PPKUKM akan mendalami persoalan ini dan akan memeriksa pihak-pihak terkait sejauh dalam kewenangan kami. Kami akan memanggil PT. Madara untuk diambil keterangannya agar pedagang UMKM mendapatkan solusi untuk dapat melanjutkan usahanya,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00