Baznas Bentuk Balai Ternak di Rembang

KBRN, Jakarta : Dalam rangka memperluas titik pemberdayaan untuk peternak mustahik, yang bernama kelompok peternak “Mendo Manbumi”, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan KSPPS BMT Bina Umat Sejahtera (BUS), membentuk program Balai Ternak Baznas di Kabupaten Rembang.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, komitmen sinergi Baznas dengan BMT BUS adalah sebagai upaya membantu kesejehateraan peternak mustahik serta mengembangkan potensi penternakan di daerah.

“Ini adalah bagian dari perwujudan Baznas dan BMT BUS untuk berkontribusi secara aktif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan khususnya dalam penyediaan daging ternak. Baznas melalui LPPM berupaya untuk mengembangan potensi peternakan yang ada di negeri ini agar pemberdayaan yang dilakukan mewujudkan kemandirian masyarakat dari tiga sisi, yakni kemandirian ekonomi, kemandirian kelembagaan, dan kemandirian mental spiritual,” kata Irfan, saat meresmikan Balai Ternak Rembang secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Sementara itu, Ketua Pengurus BMT Bina Umat Sejahtera, KH Abdullah Yazid menyatakan Balai Ternak Baznas nantinya diharapkan dapat mengembangkan potensi kekayaan di desa agar dapat membantu mensejahterakan masyarakat.

“Setelah mendapatkan bantuan program, para peternak kelompok yang menerima manfaat harus pintar melakukan investasi untuk meningkatkan ekonomi mereka,” katanya.

Balai Ternak Baznas merupakan pengembangan dari LPPM Baznas dengan memadukan konsep pembibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil.  

Dalam program ini ditargetkan dapat diikuti peternak mustahik 45 KK dengan jumlah ternak sebanyak 225 ekor. Selama program berjalan, BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal dua tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. 

Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis beternak, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00