SP PLN Ajak Direksi Bersinergi Kawal Masalah Perusahaan

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PLN,  M. Abrar Ali mengatakan pandemi Covid-19 berakibat pada turunnya penjualan tenaga listrik oleh PLN. Meski pada Semester I tahun ini,  PLN masih mencatat laba sebesar Rp. 273,059 miliar. Angka tersebut menurun 97% dibanding semester I tahun 2019 yang mencatat laba sebesar Rp. 7,35 triliun. 

Terkait hal tersebut, pihaknya mengajak Direksi PLN untuk bersinergi dalam mengawal setiap permasalahan yang berpotensi sebagai ancaman atas eksistensi PLN dalam menjalankan peran strategisnya, untuk menjaga kesinambungan penyediaan tenaga listrik. 

"Kontrak IPP perlu dilakukan renegosiasi ulang dengan pihak IPP dan harus saling menguntungkan. Sehingga dalam berbagai kesempatan maupun spanduknya SP PLN menyatakan dukungannya kepada Direksi PLN, untuk melakukan Renegosiasi Kontrak IPP Program 35.000 MW yang saat ini untuk Tim Negosiasinya diketuai oleh Direktur Mega Project M. Ikhsan Asaad," kata Abrar di Sekretariat DPP SP PLN Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Lebih lanjut Abrar menjelaskan bahwa SP PLN juga Menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, karena dikhawatirkan akan berdampak langsung pada pengelolaan sektor ketenagalistrikan di negeri ini.

Namun, SP PLN lebih menggunakan cara-cara yang lebih effektif dan konstruktif yaitu dengan menginstruksikan pemasangan spanduk penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law dan menempuh langkah melakukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi yang rencana bergabung bersama-sama dengan masyarakat dan serikat pekerja/buruh lainnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00